| dc.description.abstract | Ikan layur di Palabuhanratu memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pemanfaatannya umumnya menggunakan pancing ulur. Penurunan sumber daya ikan layur menyebabkan nelayan perlu meningkatkan efisiensi usaha penangkapan. Penggunaan metal jig yang semakin luas oleh pemancing hobi serta biaya pengadaannya yang relatif tinggi mendorong perlunya pengembangan umpan alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kinerja penangkapan. Umpan tiruan terbuat dari kayu yang murah dan mudah dibuat. Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi hasil tangkapan, membandingkan hasil tangkapan berdasarkan jenis umpan metal jig dan umpan tiruan kayu, menentukan waktu pengoperasian terbaik, dan menganalisis kelayakan finansialnya. Penelitian menggunakan metode experimental fishing dengan 20 kali ulangan. Hasilnya adalah 1. pancing ulur menangkap 472 ikan layur meleu (Trichiurus lepturus), 82 ikan layur bedog (Trichiurus savala), 76 ikan gelang ruyung (Gempylus serpens), dan 40 ikan layang ekor merah (Decapterus kurroides), 2. umpan tiruan kayu menangkap 248 ikan layur meleu dan 48 ikan layur bedog. Adapun umpan metal jig mendapatkan 224 ikan layur meleu dan 34 ikan layur bedog, 3. pengoperasian pancing ulur antara pukul 19.00-24.00 WIB menangkap 334 ikan layur, atau lebih tinggi dibandingkan dengan pukul 00.00-05.00 WIB (220 ikan layur), dan 4. kelayakan finansial umpan tiruan kayu lebih baik daripada metal jig selama 20 trip operasi penangkapan, karena keuntungan bersihnya Rp2.450.250,00
berbanding dengan Rp794.826,00. | |