Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Merkuri (Hg) pada Daging Ikan Kakap (Lutjanus sp.) di Perairan Pulau Ternate, Maluku Utara
Abstract
Perairan Pulau Ternate memiliki aktivitas pesisir yang berpotensi menjadi
sumber masukan logam berat ke lingkungan perairan. Ikan kakap (Lutjanus sp.)
merupakan ikan konsumsi bernilai ekonomi yang berisiko mengakumulasi logam
berat melalui lingkungan dan rantai makanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis
kandungan kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) pada daging ikan kakap di perairan
Pulau Ternate, Maluku Utara, serta menentukan faktor bioakumulasi dan batas
maksimum konsumsi mingguannya. Pengambilan sampel air dan ikan dilakukan
pada tiga stasiun pada Juli 2025. Parameter kualitas air diukur secara in situ,
sedangkan Cd dan Hg pada air serta daging ikan dianalisis menggunakan
Inductively Coupled Plasma–Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil menunjukkan
kualitas air masih memenuhi baku mutu, dengan Cd dan Hg di air masing-masing
sebesar 0,0004–0,0007 mg/L dan 0,0003–0,0005 mg/L. Namun, Cd dan Hg pada
daging ikan masing-masing mencapai 2,00–2,20 mg/kg dan 1,73–1,80 mg/kg,
sehingga melampaui baku mutu keamanan pangan. Nilai faktor bioakumulasi Cd
dan Hg tergolong bioakumulatif hingga sangat bioakumulatif. Batas konsumsi
terendah adalah 0,17 kg/minggu untuk orang dewasa dan 0,042 kg/minggu untuk
anak-anak. Temuan ini menunjukkan perlunya pembatasan konsumsi dan
pemantauan logam berat pada ikan konsumsi di Perairan Pulau Ternate.

