Analisis Pemeriksaan Hematologi, Kimia Darah, dan FNA Dugaan Kasus Soft Tissue Sarcoma (STS) pada Anjing Siberian Husky
Abstract
Tumor jaringan lunak (soft tissue sarcoma) merupakan neoplasma berasal
dari jaringan mesenkimal dan menjadi penyebab signifikan morbiditas pada anjing
dewasa dengan sifat invasif lokal dan risiko kekambuhan tinggi. Fine needle
aspiration (FNA) mampu memberikan gambaran awal mengenai karakteristik
seluler suatu massa, sehingga membantu klinisi dalam membedakan massa jinak
dan ganas secara dini. Evaluasi pra-operatif melalui pemeriksaan hematologi dan
kimia darah untuk menilai kesiapan pasien terhadap anestesi dan operasi. Studi
kasus ini bertujuan menganalisis hasil pemeriksaan tersebut pada seekor anjing
Siberian Husky berusia 8 tahun dengan massa jaringan lunak di ekstremitas. Data
yang dikumpulkan dilakukan secara kualitatif melalui evaluasi morfologi sel pada
sediaan sitologi yang dilengkapi dengan analisis morfometri menggunakan
perangkat lunak Fiji (ImageJ®) dan kuantitatif berupa angka hasil parameter
laboratorium darah. Hasil sitologi FNA menunjukkan sel mesenkimal berbentuk
spindle dengan tanda keganasan berupa anisokariosis dan pleomorfisme yang
mengarah pada STS. Pemeriksaan hematologi dan kimia darah dalam batas
normal, sehingga pasien layak menjalani eksisi tumor dengan risiko minimal.
Pasien Lexy dirawat selama 16 hari dan jahitan dilepas pada hari ke-11 sebelum
dipulangkan. Soft tissue sarcomas (STS) are mesenchymal neoplasms that commonly
affect adult dogs and are characterized by local invasiveness and a high risk of
recurrence. Fine needle aspiration (FNA) serves as a rapid diagnostic tool to
differentiate benign from malignant masses, while hematological and blood
chemistry analyses are essential for preoperative assessment. This case report
describes an 8-year-old Siberian Husky presenting with a soft tissue mass on the
extremity. Cytological evaluation, supported by morphometric analysis using Fiji
(ImageJ®), revealed spindle-shaped mesenchymal cells with malignant features,
including anisokaryosis and pleomorphism, consistent with STS. Hematological
and biochemical parameters were within normal reference ranges, indicating
suitability for surgical excision with minimal systemic risk. The patient was
hospitalized for 16 days, with suture removal on day 11 prior to discharge.

