| dc.description.abstract | Infusoria berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan awal larva ikan, namun pertumbuhannya dalam kultur sering tidak stabil akibat keterbatasan ketersediaan nutrisi dari bahan organik. Penelitian ini bertujuan menentukan silase bahan organik terbaik dalam menumbuhkan infusoria sebagai pakan awal larva ikan pada media salinitas 0 ppt dan 30 ppt. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap in time yang terdiri atas tiga perlakuan silase (silase kangkung, silase ikan, silase campuran), empat ulangan, dan pengamatan harian selama 15 hari. Data dianalisis menggunakan ANOVA repeated measures yang dilanjutkan dengan uji Duncan (a = 5%), serta analisis matriks untuk menentukan silase bahan organik terbaik dalam menumbuhkan infusoria berdasarkan ukuran infusoria, kepadatan puncak, dan waktu mencapai kepadatan puncak. Kepadatan infusoria tertinggi diperoleh pada perlakuan silase ikan (4.688 ind/mL) pada salinitas 0 ppt dan silase campuran (11.592 ind/mL) pada salinitas 30 ppt. Ciliata mendominasi pada kedua media salinitas, dengan ukuran infusoria umumnya 7–34 µm. Berdasarkan analisis matriks silase ikan merupakan silase terbaik untuk menumbuhkan infusoria sebagai pakan awal larva ikan pada media salinitas 0 ppt dan 30 ppt. | |