| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi pola patronase terhadap kesejahteraan nelayan pada komunitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Kota Serang, Banten. Patronase menjadi mekanisme sosial-ekonomi yang penting bagi nelayan dalam menghadapi keterbatasan modal, ketidakpastian hasil tangkapan, dan lemahnya perlindungan sosial, namun juga berpotensi menciptakan ketergantungan dan ketimpangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap enam kelompok patronase. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada Mei–Juli 2025 dengan melibatkan 50 informan yang dipilih secara snowball.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa patronase terbagi ke dalam tiga pola, yaitu patronase tradisional, semi-transaksional, dan transaksional. Patronase tradisional dicirikan oleh dominasi patron dalam penyediaan modal, perlindungan sosial, dan penanggungan risiko. Patronase semi-transaksional memadukan hubungan sosial dengan pertimbangan ekonomi, sedangkan patronase transaksional lebih berorientasi pada efisiensi pasar dan manfaat ekonomi. Praktik patronase berlangsung melalui pertukaran ekstrinsik berupa modal, alat tangkap, logistik, akses pasar, dan pembagian hasil, serta pertukaran intrinsik berupa kepercayaan, loyalitas, perlindungan moral, dan rasa aman. Dominasi kedua bentuk pertukaran tersebut berbeda pada setiap pola patronase.
Implikasi terhadap kesejahteraan menunjukkan bahwa patronase tradisional menghasilkan kesejahteraan yang protektif tetapi timpang, patronase semi-transaksional menghasilkan kesejahteraan yang kurang protektif namun lebih fleksibel, sedangkan patronase transaksional menciptakan distribusi pendapatan yang relatif lebih merata tetapi dengan perlindungan sosial yang lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan perlindungan sosial dan pengembangan kelembagaan ekonomi alternatif untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. | |