Karakterisasi Aktivitas Probiotik Khamir yang Diisolasi dari Sawi Asin
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Utami, Faiza
Meryandini, Anja
Astuti, Rika Indri
Metadata
Show full item recordAbstract
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat semakin meningkat, termasuk melalui konsumsi pangan yang memiliki manfaat fungsional seperti probiotik. Probiotik telah banyak dimanfaatkan dalam upaya promotif dan preventif terhadap gangguan saluran pencernaan. Namun, penelitian probiotik saat ini masih didominasi oleh bakteri asam laktat, sedangkan
mengenai khamir masih terbatas. Salah satu sumber mikroorganisme potensial probiotik adalah sawi asin, yaitu produk fermentasi sawi dalam larutan garam yang
menciptakan lingkungan selektif bagi pertumbuhan bakteri asam laktat dan khamir. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi aktivitas probiotik khamir yang diisolasi
dari sawi asin. Metode yang dilakukan meliputi pengukuran pH sampel sawi asin, isolasi dan pemurnian khamir, karakterisasi morfologi dan reproduksi, uji hemolitik, pertumbuhan pada suhu tubuh manusia, aktivitas antimikroba, kemampuan
autoagregasi, koagregasi, dan identifikasi secara molekuler. Sawi asin memiliki pH 3,35 dan diperoleh tujuh isolat khamir, satu di antaranya bersifat nonhemolitik. Isolat AS1 mampu tumbuh pada suhu tubuh manusia dan menunjukkan aktivitas
antimikroba terhadap Staphylococcus aureus ATCC6538, Salmonella Typhi ATCC14028, dan Escherichia coli ATCC8739 dengan indeks penghambatan 0,46; 0,33; dan 0,21. Nilai autoagregasi meningkat dari 35,65 menjadi 83,39%, dan koagregasi meningkat dari 4,24 menjadi 16,91% selama 2 dan 4 jam masa inkubasi. Identifikasi molekuler menunjukkan kemiripan 99,46% dengan Hanseniaspora pseudoguilliermondii CBS 8772 bernilai bootstrap 99%. Public awareness of healthy lifestyles, including the consumption of functional foods such as probiotics, has been increasing. While probiotic research has largely focused on lactic acid bacteria, studies on probiotic yeasts remain
limited. Salted mustard greens, produced through the fermentation of mustard leaves in brine, provide a selective environment for both lactic acid bacteria and yeasts, making them a potential source of probiotic microorganisms. This study aimed to characterize the probiotic properties of yeasts isolated from salted mustard greens. The methods included pH measurement, yeast isolation and purification, morphological and reproductive characterization, hemolytic testing, growth
assessment at human body temperature, antimicrobial activity, autoaggregation, coaggregation, and molecular identification. The results showed that the pH of salted mustard greens was 3.35, and seven yeast isolates were obtained, one of which was ?-hemolytic. Isolate AS1 demonstrated the ability to grow at human body temperature and antimicrobial activity against Staphylococcus aureus ATCC6538, Salmonella Typhi ATCC14028, and Escherichia coli ATCC8739 with inhibition indices of 0.46, 0.33, and 0.21, respectively. Autoaggregation increased from 35.65 to 83.39%, while coaggregation rose from 4.24 to 16.91% at 2 and 4 hours incubation. Molecular identification revealed 99.46% similarity to Hanseniaspora pseudoguilliermondii CBS 8772, supported by a bootstrap value of 99%.
Collections
- UF - Biology [2419]

