Efektifitas Biostabilisasi Tanah Pasir Menggunakan Miselium Jamur Dengan Substrat Bekatul, Kedelai, dan Kacang Hijau
Abstract
Biostabilisasi tanah menggunakan miselium jamur memanfaatkan jaringan hifa sebagai pengikat antarpartikel tanah. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh jenis dan dosis substrat, kadar air awal, serta waktu pemeraman terhadap pertumbuhan miselium dan nilai Unconfined Compressive Strength (UCS). Penelitian dilakukan menggunakan tiga jenis substrat, yaitu tepung kacang hijau, bekatul, dan kedelai, dengan variasi dosis 5, 7, 10, 15, dan 20% terhadap berat kering tanah. Variasi kadar air awal yang digunakan adalah 10, 15, 20, dan 25%, serta waktu pemeraman selama 7, 14, dan 28 hari. Dosis substrat optimum berada pada kadar 10–15%, sedangkan kadar air optimum ada pada kadar 15%. Kedelai menghasilkan nilai UCS tertinggi sebesar 314,30 kPa pada dosis 15%, kadar air awal 15%, dan waktu pemeraman 14 hari. Tepung kacang hijau menghasilkan nilai UCS maksimum sebesar 300,00 kPa pada kondisi yang sama, sedangkan bekatul menunjukkan kekuatan yang lebih rendah. Sampel mengalami peningkatan UCS hingga umur pemeraman 14 hari, kemudian menurun pada umur 28 hari Soil biostabilization using fungal mycelium is a method that utilizes hyphal networks as binding agents between soil particles. This study aimed to evaluate the effects of substrate type and dosage, initial water content, and curing time on mycelial growth and the Unconfined Compressive Strength (UCS) of sandy soil. The study employed three substrate types, namely mung bean flour, rice bran, and soybean flour, with substrate dosages of 5, 7, 10, 15, and 20% based on the dry weight of the soil. The initial water contents used were 10, 15, 20, and 25%, while the curing periods were set at 7, 14, and 28 days. The optimum substrate dosage ranged from 10% to 15%, while an optimum initial water content of 15% produced higher UCS. Soybean flour yielded the highest UCS value of 314.30 kPa at a dosage of 15%, an initial water content of 15%, and a curing time of 14 days. Mung bean flour produced a maximum UCS value of 300.00 kPa under the same conditions, whereas rice bran resulted in lower. Specimens exhibited an increase in UCS up to 14 days of curing, followed by a decline after 28 days of curing.

