IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Etnobiologi Tumbuhan Pangan Masyarakat Melayu di Kabupaten Belitung dalam Upaya Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (378.9Kb)
      Fulltext (3.516Mb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Disertasi
      Subtype
      Dissertations
      Author
      Prasaja, Dimas
      Chikmawati, Tatik
      Sulistijorini
      Purwanto, Y.
      Djuita, Nina Ratna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Masyarakat Melayu Belitung memanfaatkan keanekaragaman tumbuhan pangan lokal sebagai mekanisme kemampuan bertahan diri sehingga terhindar dari masalah rawan pangan (kelaparan). Pemanfaatan spesies tumbuhan yang bermanfaat bagi Masyarakat Melayu tersimpan di berbagai tipe lahan dan berpotensi untuk dikembangkan, namun informasinya belum terangkum sebagai tumbuhan potensial pangan. Sebagian komoditas pangan di Kabupaten Belitung didatangkan dari luar daerah. Namun, pengalaman pemerintah daerah dengan pandemi COVID-19 telah mendorong masyarakat untuk meningkatkan diversifikasi produk pangan lokal. Data yang lengkap mengenai spesies yang dimanfaatkan dan karakteristik satuan lingkungan yang dikelola oleh masyarakat Melayu menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mempelajari potensi keanekaragaman hayati tumbuhan sebagai sumber pangan melalui etnobotani dan studi populasi tumbuhan pangan dalam satuan lingkungan lokal pada masyarakat Melayu di Kabupaten Belitung. Data penelitian dikumpulkan dari lima kecamatan yaitu Membalong, Tanjung Pandan, Sijuk, Badau, dan Selat Nasik pada bulan Juli 2022 sampai Oktober 2023. Data dikumpulkan dari dua hingga tiga desa di setiap kecamatan. Informan kunci (IK) dipilih dari masyarakat asli Melayu di Kabupaten Belitung yang memahami sejarah masyarakat Melayu dan memiliki pengetahuan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan seperti ketua adat, dukun kampung, dan tokoh masyarakat. Jumlah informan kunci pada penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri atas tetua desa, ahli lokal, ahli budaya, dan pemuka agama. Responden (R) merupakan masyarakat asli Melayu di Kabupaten Belitung yang dalam kesehariannya menggunakan tumbuhan sebagai bahan pangan serta memiliki pengetahuan mengenai tumbuhan tersebut. Informan kunci dan responden dipilih dengan menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 97 orang. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menghitung nilai kegunaan (User Value/UV), nilai kepentingan lokal (Local User’s Value Index/LUVI), indeks nilai kepentingan budaya (Index of Cultural Significance/ICS), dan indeks nilai penting tumbuhan (INP). Analisis vegetasi dalam satuan lingkungan dilakukan untuk menganalisis karakteristik satuan lingkungan dan melihat kondisi populasi tumbuhan pangan secara kuantitatif pada lokasi penelitian. Pengambilan data kuantitatif untuk pekarangan, sawah, dan kebun menggunakan metode inventarisasi menyeluruh (pencacahan) dengan mendata seluruh spesies yang terdapat pada masing-masing satuan lingkungan tersebut. Pencacahan inventarisasi pekarangan dengan cara diambil jumlah cuplikan pekarangan sebanyak 15 sampai 20 pekarangan setiap desa, kemudian luas pekarangan total dan luas bangunan rumah diukur untuk mengetahui luas total pekarangan. Analisis vegetasi pada kawasan hutan dan kelekak menggunakan metode petak tunggal dengan penempatan petak pada satuan lingkungan yang telah ditentukan. Ukuran petak contoh yang digunakan yaitu: (a) 2 m × 2 m untuk tingkat pertumbuhan semai; (b) petak berukuran 5 m × 5 m, untuk tingkat pertumbuhan pancang (diameter < 10 cm); (c) 10 m × 10 m untuk tingkat pertumbuhan tiang (diameter 10 - 19,9 cm); dan (d) adalah 20 m × 20 m untuk tingkat pertumbuhan pohon (diameter = 20 cm). Data vegetasi dianalisis menggunakan perhitungan nilai Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi Relatif (FR), Dominansi Relatif (DR) untuk memperoleh Indeks Nilai Penting (INP) spesies tanaman. Pengambilan sampel tumbuhan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Melayu di Kabupaten Belitung dilakukan untuk pembuatan koleksi herbarium pada spesies yang belum teridentifikasi di lapangan. Keanekaragaman tumbuhan pangan bervariasi pada delapan tipe satuan lingkungan yang diteliti yaitu rimba (hutan primer), bebak (hutan sekunder), kerangas bebak (hutan kerangas), kelekak, pekarangan, kebun, ume, dan sawah. Keanekaragaman tumbuhan pangan tertinggi terdapat pada satuan lingkungan pekarangan (136 spesies yang termasuk dalam 57 famili), sedangkan keanekaragaman terkecil terdapat pada satuan lingkungan ume (sembilan spesies yang termasuk dalam tujuh famili). Tumbuhan pangan yang dimanfaatkan dapat dikelompokkan menjadi enam kategori pemanfaatan, yaitu buah-buahan, sayuran, bumbu, minuman, makanan tambahan, dan makanan pokok. Kategori pemanfaatan tertinggi untuk masing-masing satuan lingkungan adalah buah-buahan. Masyarakat Melayu di Kabupaten Belitung memanfaatkan 189 spesies yang tergolong kedalam 60 famili tumbuhan sebagai bahan pangan. Spesies tumbuhan tersebut dikategorikan berdasarkan kelompok kegunaannya, yaitu sumber pangan pokok (satu spesies), sumber pangan tambahan meliputi: sayuran (39 spesies), buah-buahan (87), bumbu (40), sumber karbohidrat (14), dan minuman (8). Masyarakat cenderung lebih banyak memanfaatkan tumbuhan budidaya (140 spesies) dibandingkan tumbuhan non budidaya (39 spesies) dan tumbuhan semi budidaya (10 spesies). Famili yang paling banyak dimanfaatkan adalah Myrtaceae, sedangkan famili lainnya yang banyak dimanfaatkan yaitu Zingiberaceae, Anacardiaceae, Fabaceae, Poaceae, Rutaceae, Solanaceae, Arecaceae, Phyllanthaceae, Moraceae, dan Sapindaceae. Analisis nilai kegunaan menghasilkan tanaman cabe (Capsicum annuum L.) sebagai spesies dengan nilai UV tertinggi di dua kecamatan, di Kecamatan Sijuk nilai UV cabe sebesar 3,59 dan di Kecamatan Membalong 2,67. Analisis indeks nilai pengguna lokal (LUVI) memeroleh padi (Oryza sativa L.) dan sahang (Piper nigrum L.) sebagai tumbuhan budidaya yang lebih penting. Analisis indeks kepentingan budaya menunjukkan tumbuhan pangan memiliki nilai ICS berkisar 9 74. Kelapa (Cocos nucifera L.) dan padi (Oryza sativa L.) merupakan tumbuhan budidaya yang memiliki nilai ICS tinggi. Kelapa memiliki beragam kegunaan terutama sebagai sumber pangan, seperti sumber sayur, buah, bumbu dan minuman. Asam jawe (Tamarindus indica L.) juga memiliki nilai ICS yang tergolong tinggi di lima kecamatan, dan Sahang (Piper nigrum L.), komoditi andalan di sektor perkebunan masyarakat Belitung, memiliki nilai ICS relatif tinggi di empat kecamatan. Keanekaragaman spesies tumbuhan pangan dan keberagaman satuan lingkungan merefleksikan bahwa masyarakat Melayu Belitung memiliki kemandirian dalam upaya ketahanan pangan. Namun, masyarakat harus menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, deforestasi, dan perubahan pola konsumsi ke arah pangan modern, yang menjadi ancaman bagi keberlanjutan pemanfaatan tumbuhan pangan di Kabupaten Belitung. Masyarakat Melayu Belitung telah menerapkan pelestarian berbasis kearifan lokal melalui penjagaan habitat, perlindungan varietas, pola tanam dan panen tradisional, serta keberlanjutan tradisi pemanfaatan tumbuhan. Penelitian ini juga menyusun strategi konservasi dan pengelolaan tumbuhan secara berkelanjutan berdasarkan nilai kepentingan lokal (LUVI) dan tingkat ketersediaan di alam (INP). Rekomendasi yang diajukan meliputi: (1) Melindungi habitat dan mempertahankan jenis, yaitu kumbek (Aleurites moluccanus), jeruk kunci (Citrus x microcarpa), durian (Durio zibethinus), asam kandis (Garcinia parvifolia), sahang (Piper nigrum), karamunting (Rhodomyrtus tomentosa), iding-iding (Stenochlaena palustris); (2) Membudidayakan tanaman bernilai lokal tinggi namun populasinya terbatas, seperti bayam (Amaranthus hybridus), jambu monyet (Anacardium occidentale), asam putaren (Garcinia dioica), sagu (Metroxylon sagu), dan terong asam (Solanum virginianum); (3) Mengkaji dan mengembangkan jenis yang melimpah namun bernilai guna rendah, seperti manggis (Garcinia mangostana), nibong (Oncosperma tigillarium), rotan nangak (Calamus melanochaetes), lengkuas (Alpinia galanga), dan cekok manis (Phyllanthus androgynus); dan (4) Pengembangan dan budidaya lebih lanjut pada spesies dengan ketersediaan rendah hingga sedang, seperti urisan (Bouea oppositifolia), pakis haji (Cycas rumphii), dan rukam (Flacourtia jangomas). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan Pemerintah Kabupaten Belitung dalam menjaga keberlanjutan sistem tumbuhan pangan masyarakat Melayu yang merupakan hasil interaksi yang kompleks antara aspek ekologis, sosial budaya, ekonomi, dan kelembagaan dalam suatu sistem sosioekologi yang saling berkaitan. Keberagaman hayati lokal, penerapan sistem agroforestri, serta pemanfaatan pengetahuan tradisional menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekosistem, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai sumber pangan dan ekonomi, sistem pangan lokal juga mencerminkan kuatnya nilai budaya, modal sosial, serta kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perubahan lingkungan dan tekanan ekonomi. Strategi pembangunan berkelanjutan yang integratif memerlukan adanya penguatan melalui agroforestri, konservasi biodiversitas lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian pengetahuan tradisional agar sistem pangan lokal masyarakat Melayu Belitung tetap mampu mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174156
      Collections
      • DF - Mathematics and Natural Science [487]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository