Sebaran Spasial Ukuran Hasil Tangkapan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di WPPNRI 715
Abstract
Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan komoditas perikanan
bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peran penting dalam perikanan tangkap
Indonesia. Namun, tingginya proporsi ikan berukuran belum layak tangkap yang
tertangkap di WPPNRI 715 menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan
sumber daya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik penangkapan
tuna sirip kuning, menghitung Indeks Musim Penangkapan (IMP), memetakan
sebaran spasial dan temporal ukuran hasil tangkapan, serta menyusun
rekomendasi teknis pengelolaan berkelanjutan. Penelitian menggunakan data hasil
tangkapan armada handline tuna skala kecil periode 2021–2025 yang dianalisis
secara deskriptif, distribusi frekuensi, IMP, dan pemetaan Sistem Informasi
Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan tuna sirip kuning
mencapai 577,08 ton dengan ukuran panjang berkisar 15–179 cm. Tangkapan
didominasi ikan berukuran <100 cm dengan proporsi tertinggi pada tahun 2022
sebesar 69,3%. IMP ikan berukuran <100 cm tertinggi terjadi pada Desember(193,3%), sedangkan ikan berukuran =100 cm tertinggi pada Maret (110,5%).Secara spasial, wilayah utara hingga tengah WPPNRI 715 didominasi ikanberukuran =100 cm, sedangkan wilayah selatan hingga tenggara didominasi ikanberukuran <100 cm dan beririsan dengan konsentrasi rumpon. Hasil penelitian
menunjukkan perlunya pengelolaan berbasis ukuran ikan, musim, dan wilayah
penangkapan untuk mendukung keberlanjutan perikanan tuna sirip kuning di
WPPNRI 715.

