Komposisi, Pola Musim, dan Kondisi Oseanografi Perikanan Handline Tuna yang Berpangkalan di PPN Palabuhanratu
Abstract
Armada handline tuna di PPN Palabuhanratu rutin melakukan penangkapan
sepanjang tahun. Perlu adanya perencanaan trip secara efisien yang mengikuti
bulan-bulan yang dikatakan optimal sehingga tidak berpotensi menimbulkan
kerugian akibat tingginya biaya operasional dan fluktuasi hasil tangkapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi hasil tangkapan,
menentukan pola musim penangkapan, serta menganalisis kondisi oseanografi
daerah penangkapan handline tuna. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, data logbook periode 2021–2025 dan data citra satelit yang kemudian
dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif, indeks musim penangkapan,
simple moving average, serta analisis spasial parameter oseanografi (klorofil-a,
suhu permukaan laut, dan salinitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
komposisi hasil tangkapan didominasi oleh 4 spesies hasil tangkapan utama yaitu
madidihang (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunnus obesus), albakor
(Thunnus alalunga), dan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan kontribusi
sebesar 80,7%, sedangkan terdapat 22 spesies hasil tangkapan sampingan dengan
persentase sebesar 19,3%. Pola musim penangkapan yang optimal dan konsisten
terjadi pada bulan Februari, Maret, April, Agustus, September, Oktober, dan
November. Kondisi oseanografi pada bulan optimal berada pada kisaran klorofil-a
0,3–0,5 mg/m³, suhu permukaan laut 27–29°C, dan salinitas 34–34,5 PSU. Hasil
analisis spasial menunjukkan bahwa lokasi penangkapan berada pada wilayah
yang sesuai dengan karakteristik habitat tuna. The tuna handline fleet at PPN Palabuhanratu operates continuously
throughout the year. Efficient trip planning that follows optimal fishing months is
necessary to minimize potential losses caused by high operational costs and
fluctuations in catch production. This study aims to identify catch composition,
determine fishing season patterns, and analyze the oceanographic conditions of
tuna handline fishing grounds. Data were collected through observation,
interviews, logbook data from 2021–2025, and satellite imagery, and were
analyzed using descriptive methods, fishing season index, simple moving average,
and spatial analysis of oceanographic parameters (chlorophyll-a, sea surface
temperature, and salinity). The results show that the catch composition is
dominated by four main species, namely yellowfin tuna (Thunnus albacares),
bigeye tuna (Thunnus obesus), albacore (Thunnus alalunga), and skipjack tuna
(Katsuwonus pelamis), contributing 80.7% of the total catch. Meanwhile, there are
22 bycatch species contributing 19.3%. The optimal and consistently productive
fishing season occurs in February, March, April, August, September, October, and
November. Oceanographic conditions during optimal months are characterized by
chlorophyll-a concentrations of 0.3–0.5 mg/m³, sea surface temperature of 27–
29°C, and salinity of 34–34.5 PSU. Spatial analysis indicates that fishing locations
are generally situated in areas suitable for tuna habitat characteristics.

