Pemanfaatan Buah Maja (Aegle marmelos) sebagai Biokoagulan dalam Menurunkan Kadar Pencemar Air Baku PERUMDAM Kota Surabaya
Abstract
Kualitas air baku Kali Jagir yang digunakan oleh PERUMDAM Surya
Sembada Kota Surabaya sering mengalami peningkatan kekeruhan dan Total
Dissolved Solids (TDS), sehingga diperlukan alternatif koagulan yang lebih ramah
lingkungan. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak buah maja dalam
menurunkan kadar pencemar air baku dan membandingkannya dengan PAC.
Biokoagulan dibuat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian
dianalisis kadar tanin dengan metode Folin-Denis dan gugus fungsi menggunakan
Fourier Transform Infrared (FTIR). Efektivitasnya diuji menggunakan metode jar
test pada dosis 50, 60, 75, 85, 100, 200, dan 300 ppm. Hasil penelitian ekstrak buah
maja memiliki pH 5 dengan kadar tanin sebesar 0,652–0,667% serta mengandung
gugus fungsi O–H, C–H, C=O, dan C–O. Efisiensi penurunan kekeruhan tertinggi
mencapai 89% pada dosis 100 ppm yang dikategorikan sangat efektif, sedangkan
penurunan TDS hanya 6,37%. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa variasi
dosis tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kekeruhan maupun TDS
(>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah maja berpotensi dimanfaatkan
sebagai biokoagulan, terutama untuk menurunkan kekeruhan air. The raw water quality of the Kali Jagir River, used by PERUMDAM Surya
Sembada Surabaya, often experiences increases in turbidity and Total Dissolved
Solids (TDS), highlighting the need for environmentally friendly coagulant
alternatives. This study aimed to evaluate the effectiveness of Aegle marmelos (bael
fruit) extract in reducing raw water contaminants and to compare its performance
with Poly Aluminium Chloride (PAC). The biocoagulant was prepared through
maceration using 96% ethanol, followed by tannin analysis using the Folin–Denis
method and functional group characterization using Fourier Transform Infrared
(FTIR) spectroscopy. Its effectiveness was evaluated through a jar test at doses of
50, 60, 75, 85, 100, 200, and 300 ppm. The results showed that the bael fruit extract
had a pH of 5 and a tannin content ranging from 0.652% to 0.667%, with the
presence of O–H, C–H, C=O, and C–O functional groups. The highest turbidity
removal efficiency reached 89% at a dose of 100 ppm and was categorized as highly
effective, whereas the highest TDS reduction was only 6.37%. The Kruskal–Wallis
test indicated that dose variations had no significant effect on turbidity and TDS
removal (p > 0.05). These findings suggest that Aegle marmelos has potential as a
natural biocoagulant, particularly for turbidity reduction in water treatment.

