IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pencegahan Infeksi Vibrio parahaemolyticus pada Udang Vaname dengan Kombinasi Serbuk Batang Pisang dan Daun Kelor

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (640.8Kb)
      Fulltext (1.421Mb)
      Lampiran (472.6Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      utama, fajri maulana
      Nuryati, Sri
      Sukenda
      Alimuddin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Litopenaeus vannamei yang lebih dikenal sebagai udang vaname, merupakan komoditas ekspor utama bagi sektor perikanan Indonesia, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Budidaya udang berkembang pesat dan semakin intensif di berbagai negara berkembang sebagai salah satu sektor ekonomi yang menjanjikan. Udang putih pasifik (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies dengan produktivitas tertinggi dalam budidaya. Nilai pasar sangat bergantung pada ukuran dan harga satuan udang yang tinggi, mengakibatkan pembudidaya mengoptimalkan pertumbuhan udang dalam jangka waktu produksi yang sesingkat mungkin untuk memaksimalkan pendapatan. Meskipun prospek budidaya udang memiliki potensi besar, peningkatan intensifikasi sering menghadapi kendala dikarenakan tingginya kepadatan stok yang dapat memperbesar risiko penularan penyakit dan menurunkan produktivitas. Sementara itu, udang memiliki tingkat ketahanan yang rendah terhadap berbagai kondisi stress. Kondisi ini yang membuat udang menjadi rentan terhadap penyakit seperti infeksi dari V. parahaemolyticus dan menyebabkan terjadinya wabah penyakit pada budidaya udang. Kerentanannya terhadap serangan Vibrio dapat meningkat jika kualitas air tidak memadai yang dapat mengakibatkan tingginya tingkat kematian yang akhirnya menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan dalam kegiatan budidaya perikanan. Patogen ini dapat menimbulkan berbagai gejala klinis pada udang, seperti nekrosis insang, letargi, penurunan nafsu makan, bahkan dapat menyebabkan kematian hingga mencapai tingkat 100% pada kondisi akut. Bakteri V. parahaemolyticus, penyebab penyakit vibriosis pada udang, menginfeksi udang dengan melekat pada permukaan tubuh udang melalui flagella yang dimilikinya. Setelah melekat, bakteri ini dapat menembus jaringan udang melalui luka atau membran mukosa, kemudian berkembang biak di dalam tubuh udang dan menyebabkan infeksi. Selain itu, V. parahaemolyticus juga dapat menghasilkan toksin yang merusak sel-sel udang dan menyebabkan gejala. Penelitian ini bertujuan menguji kombinasi serbuk batang pisang (Musa spp.) dan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai imunostimulan dalam pencegahan infeksi V. parahaemolyticus pada udang vaname. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), 0,25 g kg-1 serbuk batang pisang + 0,25 g kg-1 serbuk daun kelor (A), 0,50 g kg-1 serbuk batang pisang + 0,50 g kg-1 serbuk daun kelor (B) dan 0,75 g kg-1 serbuk batang pisang + 0,75 g kg-1 serbuk daun kelor (C). Hewan uji yang digunakan yaitu udang vaname dengan bobot 2-3 g yang dipelihara dalam drum fiber selama 30 hari. Udang diberi pakan komersial dengan kadar protein 40%, kemudian di-coating dengan serbuk batang pisang dan serbuk daun kelor. Udang diberi makan dengan frekuensi 5 kali sehari. Udang diinfeksi dengan bakteri V. parahaemolyticus dengan kepadatan 106 CFU mL-1 yang merupakan hasil dari uji lethal dose 50 (LD50) pada hari ke-31. Parameter yang diukur dan diamati dalam penelitian ini mencakup kinerja pertumbuhan, meliputi biomasa awal, biomasa akhir, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan. Selanjutnya, dilakukan analisis respons imun yang terdiri dari total hemocyte count (THC), aktivitas fagositosis (AF), aktivitas phenoloxidase (PO), dan aktivitas respiratory burst (RB). Pengamatan lainnya meliputi analisis ekspresi gen imunitas pada udang vaname saat diuji tantang meliputi ekspresi gen Lipopolysaccharide- and ß-1, 3-glucan-binding protein (LGBP), prophenoxosidase (proPO) dan peroxinextine (PE). Pengamatan keragaman mikrobiota pada organ hepatopankreas dan usus, uji histologi pada hepatopankreas dan usus, serta pengamatan gejala klinis juga dilakukan saat uji tantang. Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi bubuk batang pisang dan daun kelor melalui pakan terbukti dapat menghasilkan performa pertumbuhan yang optimal, dengan pakan diberikan setiap hari selama 30 hari sebelum uji tantang. Perlakuan C (0,75 g kg-1 serbuk batang pisang dan daun kelor) menunjukkan laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yang kemungkinan disebabkan oleh dosis optimal yang efektif menstimulasi respons imun sekaligus mendukung pertumbuhan yang lebih cepat dan efisien. Kinerja pertumbuhan yang baik tersebut juga berkorelasi positif dengan peningkatan respons imun, sebagaimana ditunjukkan melalui parameter respiratory burst (RB), aktivitas enzim fenoloksidase (PO), jumlah total hemosit (THC), serta aktivitas fagositosis (AF). Selain meningkatkan respons imun, penggunaan bubuk batang pisang dan daun kelor dalam pakan udang vaname secara signifikan meningkatkan ekspresi gen terkait imun dibandingkan kelompok kontrol. Parameter ekspresi gen yang diamati meliputi Lipopolysaccharide- and ß-1,3-glucan-binding protein (LGBP), prophenoloxidase (proPO), dan peroxinectin (PE). Analisis histopatologi juga menunjukkan kerusakan jaringan hepatopankreas dan usus pada semua perlakuan kecuali kontrol negatif (K-). Perlakuan C tetap mempertahankan struktur vili yang lebih utuh dan sehat dibandingkan dengan kontrol positif, menandakan integritas jaringan usus yang lebih baik. Secara umum, pemberian kombinasi batang pisang dan daun kelor melalui pakan terbukti mampu meningkatkan performa pertumbuhan, menekan populasi bakteri Vibrio parahaemolyticus pada organ pencernaan serta meningkatkan respon imun serta gen imunitasnya. Hasil tersebut menunjukkan pemberian imunostimulan berupa kombinasi serbuk batang pisang dan daun kelor dapat membatu udang vaname dalam melawan infeksi dari bakteri V. parahaemolyticus.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174039
      Collections
      • MF - Fisheries [3271]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository