Strategi Pengelolaan Hutan Desa Berkelanjutan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Abstract
Program Perhutanan Sosial bertujuan untuk menyediakan akses terhadap pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Perhutanan sosial memiliki lima skema
yaitu Hutan Desa (HD), Hutan Adat (HA), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Kemitraan Kehutanan (KK). Kabupaten Fakfak
memiliki 15 Hutan Desa yang telah menerima izin pengelolaan sejak tahun 2018. Namun, terdapat berbagai kendala pengelolaan. Penelitian ini dilakukan untuk
menggambarkan capaian kinerja pengelolaan Hutan Desa pada dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial, serta menjelaskan peran stakeholders dalam mencapai kinerja pengelolaan Hutan Desa. Studi ini menggunakan analisis RapPForest dengan metode MDS (Multidimensional Scaling) untuk mengevaluasi status keberlanjutan tiga dimensi dengan menggunakan total 22 atribut. Berdasarkan hasil analisis, dimensi ekologis memiliki nilai sangat berkelanjutan (73.14), dimensi ekonomi memiliki status keberlanjutan sedang (50.01), dan dimensi sosial berada pada indeks kurang berkelanjutan (45.79). Pada dimensi ekologis, terdapat lima hutan desa dengan status sangat berkelanjutan; pada dimensi ekonomi terdapat enam hutan desa dengan status cukup berkelanjutan; pada dimensi sosial, terdapat tiga hutan desa dengan status cukup berkelanjutan.
Peran pemangku kepentingan dilakukan dengan menggunakan metode Fokus grup diskusi (FGD) dan wawancara mendalam. Data penelitian dianalisis
menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliance Conflict: Tactic, Objective, and Recommendation). Hasil penelitian peran stakeholders menunjukkan bahwa tingkat pengaruh dan ketergantungan antar aktor bervariasi, namun semua aktor mendukung tujuan pengelolaan kehutanan desa yang berkelanjutan. Stakeholder dibagi kedalam 4 kuadran yaitu Kuadran 1 (Aktor Dominan) memiliki pengaruh tinggi dan ketergantungan rendah: BPSKLMP, Dishut PB, NGO, dan Akademisi. Kuadran II (Aktor Kunci) memiliki pengaruh tinggi dan ketergantungan tinggi: Pemerintahan Daerah (Bappeda FF, KPHP FF, Disbun FF, Dinkop FF, Disparbud FF, DPMK FF, KA Distrik, Pendamping HD). Kuadran III (Aktor Otonom) memiliki pengaruh rendah dan ketergantungan rendah: LPHD FF. Kuadran IV
(Aktor subject) memiliki pengaruh rendah dan ketergantungan rendah: Media dan Pengusaha.
Strategi pengelolaan hutan desa berkelanjutan mengintegrasikan hasil capaian kinerja pengelolaan Hutan Desa dan peran stakeholder. Dari hasil
penelitian tersebut menghasilkan sepuluh strategi yang dapat diintervensi dari dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial seran peran strategi dari para pemangku
kepentingan.

