Analisis Nilai Tambah dan Preferensi Konsumen Pengguna Cairan Pembersih Berbasis Eco-Enzyme di Rumah Kayu Permaculture
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
SIMATUPANG, JOY REGINA
Rahmasari, Liisa Firhani
Metadata
Show full item recordAbstract
Rumah Kayu Permaculture menghasilkan eco-enzyme dari limbah organik buah dan sayuran, namun pemanfaatannya masih terbatas sehingga terjadi kelebihan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan usaha, nilai tambah, dan preferensi konsumen terhadap cairan pembersih berbasis eco-enzyme. Analisis dilakukan menggunakan R/C rasio, metode Hayami, dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan pembersih berbasis eco-enzyme menguntungkan dengan nilai R/C rasio sebesar 1,44. Pengolahan eco-enzyme menjadi cairan pembersih menghasilkan nilai tambah sebesar Rp54.620 per liter dengan rasio nilai tambah 72,83%. Analisis konjoin menunjukkan bahwa harga merupakan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dengan tingkat kepentingan 49,61%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa cairan pembersih berbasis eco-enzyme berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi eco-enzyme sekaligus memenuhi preferensi konsumen. Rumah Kayu Permaculture produces eco-enzyme from organic fruit and
vegetable waste; however, its utilization remains limited, resulting in excess
production. This study aimed to analyze business profitability, added value, and
consumer preferences for eco-enzyme-based cleaning liquid products. The study
employed R/C ratio analysis, the Hayami method, and conjoint analysis. The results
showed that the business was profitable, with an R/C ratio of 1,44. Processing ecoenzyme into cleaning liquid generated an added value of IDR 54.620 per liter and
an added-value ratio of 72,83%. Conjoint analysis revealed that price was the most
important attribute considered by consumers, with an importance value of 49,61%.
These findings indicate that eco-enzyme-based cleaning liquid products have
potential for further development to increase the economic value of eco-enzyme
while meeting consumer preferences.

