ANALISIS TARGET STRENGTH IN SITU–EX SITU DAN DENSITAS IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis) MENGGUNAKAN BROADBAND ECHOSOUNDER
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Hidayat, Moh. Rafli Furqan
Manik, Henry Munandar
Hestirianoto, Totok
Metadata
Show full item recordAbstract
Tongkol komo (Euthynnus affinis) merupakan salah satu ikan pelagis ekonomis penting di Indonesia yang rentan terhadap tekanan penangkapan. Pengelolaan stok ikan memerlukan metode pemantauan yang lebih akurat, salah satunya menggunakan teknologi broadband echosounder yang mampu mengukur respons hambur balik ikan pada rentang frekuensi yang luas. Namun, informasi mengenai karakteristik target strength (TS) tongkol komo berbasis broadband masih terbatas.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis hubungan antara panjang ikan, frekuensi akustik, sudut orientasi tubuh, dan nilai TS ikan tongkol komo, serta mengestimasi densitas schooling ikan secara in situ. Pengukuran ex situ dilakukan pada sembilan spesimen ikan tongkol komo dengan panjang cagak (fork length) 23,3–46,0 cm dengan orientasi 0°, -45°, dan 45° pada rentang frekuensi 160-260 kHz. Pengukuran in situ dilakukan di perairan Palabuhanratu menggunakan broadband echosounder untuk mendeteksi schooling ikan dan mengestimasi densitasnya berdasarkan nilai Nautical Area Scattering Coefficient (NASC). Pengolahan data akustik dilakukan menggunakan perangkat lunak ESP3, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan MATLAB melalui pendekatan regresi logaritmik, regresi linear berganda, serta konversi target strength menjadi backscattering cross-section (sbs) untuk estimasi densitas ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TS ex situ berada pada kisaran -49,50 dB hingga -20,84 dB, sedangkan nilai TS in situ berada pada kisaran -44,1 dB hingga -27,88 dB. Nilai TS cenderung meningkat seiring bertambahnya ukuran ikan, namun hubungan tersebut tidak linier karena setiap ukuran ikan menunjukkan respons spektral yang berbeda. Pergeseran frekuensi minimum TS juga menunjukkan bahwa setiap ukuran ikan memiliki signature spektral yang berbeda. Pada orientasi 0° dan -45°, frekuensi minimum cenderung bergeser ke frekuensi yang lebih tinggi seiring bertambahnya ukuran ikan, sedangkan pada orientasi 45° pola tersebut tidak lagi konsisten karena pengaruh orientasi tubuh menjadi lebih dominan. Model regresi terbaik diperoleh pada orientasi 0° dengan R² = 0,82, sedangkan model gabungan panjang ikan, frekuensi, dan sudut orientasi menghasilkan R² = 0,86. Pada pengukuran in situ ditemukan tiga schooling ikan dengan estimasi densitas berturut-turut sebesar 2,53 × 107 ikan/nmi², 2,89 × 107 ikan/nmi², dan 2,01 × 108 ikan/nmi². Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa broadband echosounder mampu menggambarkan karakteristik akustik tongkol komo secara rinci dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan metode identifikasi spesies, estimasi biomassa, dan pemantauan stok ikan tongkol komo di perairan Indonesia.
Collections
- MF - Fisheries [3271]

