Show simple item record

dc.contributor.advisorYuwono, Arief Sabdo
dc.contributor.authorAriyanto, Vatica Choerunisa
dc.date.accessioned2026-07-03T04:05:12Z
dc.date.available2026-07-03T04:05:12Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173991
dc.description.abstractAktivitas industri, peternakan, dan pengelolaan limbah, dapat menimbulkan kebauan dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Teknologi yang tersedia memerlukan lahan yang luas, dan energi operasional yang tinggi sehingga, sulit diadopsi secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang portable deodorizer sebagai teknologi rendah energi yang fleksibel dan hemat ruang. Portable deodorizer dirancang menggunakan tangki air berbentuk kubus berdimensi 750 x 750 x 800 mm yang dibagi menjadi kompartemen bioreaktor dan kompartemen sumber bau. Alat ini dilengkapi dengan blower inline duct fan, perforated pipe, pompa air dan media filter tali goni yang telah terinokulasi dengan Bacillus sp. sebesar 9,9 x 105 CFU/mL. Parameter kebauan yang digunakan berupa gas amonia (NH3) dengan variasi kadar 70%, 80%, 90%, dan 100%. Metode pengujian dilakukan menggunakan alat ukur konsentrasi NH3 dan metode skala hedonisme. Hasil penelitian menunjukkan suhu bioreaktor berada pada rentang 30,0–31,8°C dengan kelembapan relatif 99% serta rata-rata efisiensi reduksi sebesar 93,5% dan 96,75% pada kedua metode pengujian. Hasil ini menunjukkan bahwa portable deodorizer efektif digunakan sebagai teknologi pengendalian kebauan lingkungan yang portable, hemat ruang, dan ramah lingkungan.
dc.description.abstractIndustrial, livestock, and waste management activities can generate odors and potentially harm human health. Existing technologies are land-consuming, inflexible, and energy-intensive, making widespread adoption difficult. This study aims to design a portable deodorizer as a low-energy, and space-saving technology. The portable deodorizer was designed using a cubic water tank with dimensions of 750×750×800 mm, divided into a bioreactor compartment and an odor source compartment. The device is equipped with an inline duct fan blower, perforated pipes, a water pump, and a jute rope filter medium inoculated with Bacillus sp. (9.9×105 CFU/mL). NH3 gas with concentration variations of 70%, 80%, 90%, and 100% was used as the odor parameter. Performance evaluation was conducted using an NH3 gas detector and a hedonic scale panel method. The results showed that the bioreactor temperature ranged from 30.0–31.8°C with a relative humidity of 99%, and achieved an average reduction efficiency of 93.5% and 96.75% across the two testing methods. These results prove that the portable deodorizer is an effective, flexible, and eco-friendly solution for environmental odor control.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRancang Bangun Portable Deodorizer Untuk Mereduksi Emisi Kebauan Lingkunganid
dc.title.alternativeDevelopment of a Portable Deodorizer for Reducing Environmental Odor Emissions
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordKebauan lingkunganid
dc.subject.keywordportable deodorizerid
dc.subject.keywordskala hedonismeid
dc.subject.keywordtali goniid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record