Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi menjadi Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Pendapatan PT Bogor Kopi Indonesia
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Sari, Mila Ambar
Wana, Hermawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan produksi kopi di Kabupaten Bogor menyebabkan bertambahnya limbah kulit tanduk kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menyusun model pengembangan bisnis, menganalisis nilai tambah, dan kelayakan finansial usaha. Kajian meliputi analisis Business Model Canvas (BMC), analisis nilai tambah Hayami dan analisis finansial. Produk yang dihasilkan berupa pupuk organik cair Cascara Grow berbahan baku limbah kulit tanduk kopi dengan kapasitas produksi 44 liter per produksi. BMC memetakan strategi nilai produk, segmen pelanggan, distribusi, dan penjualan. Analisis nilai tambah menghasilkan nilai tambah Rp43.255 per liter dengan rasio 79% termasuk kategori tinggi. Analisis finansial menunjukkan bahwa usaha dinyatakan layak dengan nilai R/C ratio 1,65 dan laba bersih tahunan Rp41.767.367. Pemanfaatan limbah kulit tanduk kopi menjadi pupuk organik cair mampu memberikan nilai tambah ekonomi, mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan, serta berpotensi meningkatkan pendapatan PT Bogor Kopi Indonesia. The increase in coffee production in Bogor Regency has led to an increase in coffee horn bark waste that has not been utilized optimally. This research aims to develop a business development model, analyze added value, and assess business financial feasibility. The study included Business Model Canvas (BMC) analysis, Hayami's value-added analysis and financial analysis. The product is Cascara Grow, a liquid organic fertilizer made from coffee horn bark waste, with a production capacity of 44 liters per production run. BMC maps out its product value strategy, customer segments, distribution, and sales. The value-added analysis resulted in an added value of Rp43.255 per liter with a ratio of 79% in the high category. The financial analysis shows that the business is declared viable with an R/C ratio value of 1.65 and an annual net profit of Rp41.767.367. The use of coffee horn bark waste into liquid organic fertilizer is able to provide economic added value, support sustainable waste management, and have the potential to increase PT Bogor Kopi Indonesia's revenue.

