Penerapan Metode Min-Max dengan Pendekatan ABC-FSN-VED uantuk Pengendalian Spare Part Line Vibration-Air Leakage PT XYZ
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
DEWI, KOMALA
Indrawan, Purana
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan persediaan dalam industri otomotif untuk menjaga kelancaran proses produksi serta meminimalkan risiko stockout yang dapat menghambat operasional. PT XYZ masih menghadapi permasalahan ketersediaan spare part pada Line Vibration-Air Leakage yang menyebabkan terjadinya outstanding. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan spare part menggunakan kombinasi metode ABC-FSN-VED dan Min-Max. Metode ABC-FSN-VED digunakan untuk mengklasifikasikan spare part berdasarkan nilai investasi, tingkat pergerakan, dan tingkat kekritisan, sedangkan metode Min-Max digunakan untuk menetapkan batas minimum dan maksimum persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar spare part tergolong kritikal, dengan 7 item termasuk dalam Zona I (High Priority) sehingga memerlukan pengendalian yang lebih ketat. Penerapan metode Min-Max menghasilkan tingkat persediaan optimal serta perhitungan Reorder Point sebagai pemicu untuk melakukan pemesanan ulang guna mencegah stockout. Selain itu, dirancang sistem manajemen spare part untuk mendukung monitoring stok secara real-time. This research is motivated by the importance of inventory management in the automotive industry to ensure smooth production processes and minimize the risk of stockouts that may disrupt operations. PT XYZ still faces issues related to spare part availability in the Vibration-Air-Leakage Line, resulting in outstanding. Therefore, this study aims to optimize spare part inventory control using a combination of the ABC-FSN-VED and Min-Max methods. The ABC-FSN-VED method is used to classify spare parts based on investment value, movement rate, and level of criticality, while the Min-Max method is used to determine minimum and maximum inventory levels. The results show that most spare parts are categorized as critical, with 7 items classified in Zone I (High Priority), thus requiring stricter control. The implementation of the Min-Max method produces optimal inventory levels along with the calculation of the Reorder Point to prevent stockouts. In addition, a website-based spare part management system is designed to support real-time stock monitoring.

