Dampak Asimetris Global Economic Policy Uncertainty terhadap Pasar Saham : Studi Negara Maju dan Berkembang
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
IHSANI, WAFI
Achsani, Noer Azam
Sari, Linda Karlina
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini menganalisis dampak asimetris Global Economic Policy
Uncertainty (GEPU) terhadap pasar saham di negara maju dan berkembang. Data
yang digunakan mencakup 28 negara maju dan 13 negara berkembang, berbasis
data bulanan tahun 2017-2025, serta menggunakan metode panel NARDL. Hasil
analisis menunjukkan bahwa pasar saham di kedua kelompok negara memiliki
sensitivitas yang lebih tinggi terhadap penurunan dibandingkan peningkatan
ketidakpastian (relief effect). Pasar negara maju responsif terhadap perubahan
kenaikan maupun penurunan GEPU, baik di jangka pendek maupun jangka panjang.
Sementara, pasar negara berkembang justru tidak berpengaruh signifikan terhadap
GEPU dalam jangka panjang, di mana pasar saham lebih dominan dipengaruhi oleh
faktor domestik seperti jumlah uang beredar, inflasi, dan pertumbuhan industri (IPI).
Temuan ini mengindikasikan bahwa GEPU perlu dipertimbangkan sebagai risiko
sistematis dalam penentuan premi risiko aset di negara maju, sedangkan investor di
negara berkembang lebih memfokuskan pada fundamental domestik karena
adanya indikasi decoupling pasar. This study analyzes the asymmetric impact of Global Economic Policy
Uncertainty (GEPU) on stock markets in advanced and emerging economies,
covering 28 advanced and 13 emerging economies, based on monthly data from
2017 - 2025, and analyze using the panel NARDL method. The results show that
stock markets in both groups of countries are more sensitive to decreases than to
increases in uncertainty (relief effect). Markets in advanced countries respons to
both increases and decreases in GEPU, in both the short run and the long run.
Meanwhile, emerging countries exhibit no significant long-run impact of GEPU, as
their stock markets are primarily driven by domestic macroeconomic fundamental.
These findings suggest that GEPU should be incorporated as a systematic risk
factor in asset pricing and the determination of equity risk premiums in advanced
economies. In contrast, investors in emerging markets should place greater
emphasis on domestic fundamentals, given the evidence of market decoupling.

