Penerapan Strategi Perluasan Pasar untuk Meningkatkan Penjualan Ekspor Tanaman Hias Dracaena di Apex Indonesia
Abstract
Apex Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tanaman
hias. Budidaya tanaman hias dracaena untuk tujuan memenuhi kebutuhan pasar
ekspor memiliki potensi yang menjanjikan namun, potensi pasar yang besar belum
sepenuhnya dimanfaatkan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan keuntungan perusahaan dengan menerapkan strategi perluasan pasar
dan rancangan model bisnis di Apex Indonesia. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis SWOT, rancangan model bisnis, uji paired sample t
test, analisis laporan laba rugi, dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan strategi perluasan pasar dengan Business Model Canvas efektif
untuk meningkatkan penjualan ekspor tanaman hias dracaena dengan rata-rata
penjualan yang meningkat dari Rp28.770.670 menjadi Rp132.289.595. Laba bersih
meningkat dari Rp30.046.557 menjadi Rp324.445.453 dan nilai R/C ratio naik dari
1,5 menjadi 2,5. Temuan ini menunjukkan bahwa diversifikasi produk,
menambahkan jumlah karyawan, dan menjaga loyalitas konsumen efektif dalam
meningkatkan keuntungan usaha. Apex Indonesia was a company engaged in the ornamental plant industry.
The cultivation of dracaena ornamental plants to meet export market demand had
promising potential, however, the company had not fully utilized the available
market opportunities. This study aimed to increase company profits through the
implementation of market expansion strategies and the development of a business
model at Apex Indonesia. The methods employed in this study included SWOT
analysis, business model design using the Business Model Canvas, paired sample
t-test analysis, income statement analysis, and R/C ratio analysis. The results
showed that the implementation of market expansion strategies supported by the
Business Model Canvas effectively increased the export sales of dracaena
ornamental plants, with average sales rising from IDR 28,770,670 to IDR
132,289,595. Net profit increased from IDR 30,046,557 to IDR 324,445,453, while
the R/C ratio improved from 1.5 to 2.5. These findings indicated that product
diversification, an increase in the number of employees, and the maintenance of
customer loyalty were effective in enhancing business profitability.

