Show simple item record

dc.contributor.advisorYulianda, Fredinan
dc.contributor.advisorYulianto, Gatot
dc.contributor.authorHUSEIN, MUHAMMAD SADDAM
dc.date.accessioned2026-07-01T02:06:07Z
dc.date.available2026-07-01T02:06:07Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173853
dc.description.abstractEkowisata adalah jenis perjalanan yang bertanggung jawab ke daerah yang masih alami untuk konservasi atau melestarikan lingkungan, memberikan penghidupan kepada penduduk lokal, dan termasuk pendidikan (TIES 2015). Menurut Yulianda et al. (2010), ekowisata bahari adalah konsep pemanfaatan berkelanjutan sumber daya alam pesisir dengan sistem pelayanan jasa lingkungan yang mengutamakan siklus hidup. Pulau-pulau kecil adalah salah satu tempat yang memiliki keindahan dan keunikan tersendiri yang banyak ditemukan. Kawasan pesisir Teluk Tamiang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ekowisata bahari. Ekosistem terumbu karang, ikan karang, ikan hias, dan perikanan adalah sumber daya alam yang potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi terumbu karang dan Pantai Teluk Tamiang, menganalisis potensi, kesesuaian dan daya dukung ekosistem terumbu karang untuk wisata bahari kategori kegiatan snorkeling, menganalisis kesesuaian dan daya dukung pantai untuk wisata rekreasi pantai, menganalisis stakeholder, serta menentukan prioritas strategi pengelolaan ekowisata bahari berkelanjutan di Pantai Teluk Tamiang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengumpulan data ekologi dilakukan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) untuk terumbu karang dan Underwater Visual Census (UVC) untuk ikan karang, sedangkan data sosial diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan masyarakat lokal. Analisis kesesuaian wisata bahari, Sistem Informasi Geografi (SIG), daya dukung, stakeholder, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menyusun strategi pengelolaan ekowisata bahari di Pantai Teluk Tamiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian ekowisata bahari Pantai Teluk Tamiang termasuk dalam kategori sangat sesuai dan sesuai untuk kegiatan snorkeling, serta sangat sesuai untuk rekreasi pantai. Kapasitas tampung untuk wisata snorkeling diperkirakan mencapai 682 orang/hari di area seluas 17,04 hektar. Sementara itu, wisata pantai dengan panjang garis pantai 1000 meter, dapat menampung hingga 80 orang/hari. Berdasarkan hasil analisis Analytical Hierarchy Process (AHP), strategi pengelolaan ekowisata berkelanjutan di Pantai Teluk Tamiang perlu mengutamakan perlindungan lingkungan melalui optimalisasi daya dukung kawasan sebagai strategi utama. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal melalui penguatan kelembagaan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan wisata bahari. Peningkatan kesadaran lingkungan, penguatan kebijakan, dan diversifikasi produk wisata berperan sebagai strategi pendukung yang saling melengkapi.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOWISATA DI PANTAI TELUK TAMIANG KOTABARU, KALIMANTAN SELATANid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordEkowisata Bahariid
dc.subject.keyworddaya dukungid
dc.subject.keywordsumber daya alamid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record