Pemodelan Spasial Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Muaro Jambi
Abstract
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi menjadi permasalahan penting karena adanya sebaran lahan gambut yang rentan terbakar, terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran titik panas tahun 2016–2025 dan membangun model spasial tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Pemodelan dilakukan menggunakan metode Composite Mapping Analysis dengan mengintegrasikan variabel tutupan lahan, jenis tanah, jarak dari jalan, permukiman, dan sungai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5.153 titik panas yang terkonsentrasi pada lahan gambut di Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu. Variabel lingkungan berpengaruh lebih dominan terhadap kebakaran dengan bobot makro 0,63 dibandingkan variabel sosial sebesar 0,37. Model spasial terbaik diperoleh pada klasifikasi tiga kelas kerawanan dengan akurasi menyeluruh 70,82%. Wilayah kerawanan tinggi seluas 71.029,94 ha perlu diprioritaskan dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Forest and land fires in Muaro Jambi Regency are a major concern due to the presence of fire-prone peatlands, especially during the dry season. This study aimed to analyze hotspot distribution from 2016 to 2025 and develop a spatial model of
forest and land fire susceptibility. The model was developed using the Composite Mapping Analysis method by integrating land cover, soil type, distance from roads, settlements, and rivers. The results showed 5,153 hotspots concentrated in peatland
areas, particularly in Kumpeh and Kumpeh Ulu Districts. Environmental variables had a more dominant influence on fire occurrence, with a macro weight of 0.63, compared to social variables with a macro weight of 0.37. The best spatial model
was obtained using a three-class susceptibility classification, with an overall accuracy of 70.82%. High-susceptibility areas covering 71,029.94 ha should be prioritized for forest and land fire mitigation.
Collections
- UF - Forest Management [3230]

