Kajian Kawasan Konservasi Gili Meno Nusa Tenggara Barat Berbasis Ekowisata Penyu
Abstract
Kawasan Konservasi Gili Meno merupakan habitat penting pendaratan penyu, tetapi mengalami degradasi habitat dan belum didukung integrasi aspek ekologi serta kelembagaan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kawasan Konservasi Gili Meno berdasarkan sumber daya penyu, kesesuaian area pendaratan penyu dan ekosistem pantai, sebagai dasar strategi pengelolaan berbasis ekowisata penyu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, analisis laboratorium, serta wawancara dan kuesioner terhadap pemangku kepentingan. Analisis kesesuaian menggunakan indeks bobot berdasarkan parameter biofisik, daya dukung kawasan, dan perumusan strategi melalui analisis stakeholder serta analisis SWOT. Hasil penelitian didapatkan spesies penyu terdiri dari penyu hijau
(C.mydas), penyu sisik (E.imbricata) dan penyu lekang (L.olivacea). Kesesuaian habitat pendaratan didominasi oleh kategori tidak sesuai dengan total area sesuai 250 m dan daya dukung kawasan 20 pengunjung per hari. Kesesuaian untuk aktivitas wisata pantai, sepanjang 1.150 m dengan daya dukung kawasan 92 pengunjung per hari. BKKPN, Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa sebagai
subject, pihak penangkaran sebagai key player, Yayasan Matra Bersama, Gili Meno Lestari, Gili Ecotrust sebagai context setter, pelaku usaha, masyarakat dan wisatawan sebagai crowd. Diperlukan strategi pengelolaan untuk optimalisasi ekowisata berbasis penyu melalui pelestarian penyu, penguatan kelembagaan, penegakan regulasi, dan integrasi ekowisata penyu berbasis konservasi.
Kata kunci: Ekowisata penyu, Kesesuaian, Strategi pengelolaan

