Analisis Nilai Tambah Jagung Hibrida menjadi Beras Jagung Pada Gapoktan Karya Tani di Kabupaten Sukabumi
Abstract
Jagung hibrida memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Namun, pemanfaatan jagung di Gapoktan Karya Tani masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diterima petani relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya produksi, pendapatan, nilai tambah, kelayakan usaha, dan implikasi manajerial pengolahan jagung hibrida menjadi beras jagung pada Poktan Temu Karya Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp20.532.150 per tahun, penerimaan Rp31.657.500 per tahun, dan pendapatan Rp11.125.350 per tahun. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp4.128/kg dengan rasio nilai tambah 54% yang termasuk kategori tinggi. Berdasarkan analisis finansial, usaha dinilai layak dengan nilai NPV Rp40.133.393,92, IRR 43%, Gross B/C 1,31, dan Net B/C 2,96, dan PP 3 tahun. Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan surplus jagung, efisiensi produksi, dan pengembangan pemasaran produk. Hybrid corn has the potential to be developed into value-added processed products. However, corn utilization in the Karya Tani Farmers Group is still dominated by sales in the form of raw materials, resulting in relatively low economic value received by farmers. This study aims to analyze production costs, income, added value, business feasibility, and managerial implications of processing hybrid corn into corn rice at the Temu Karya Farmers Group in Sukabumi Regency. The study used a case study method with quantitative and qualitative approaches. The results showed a total production cost of IDR 20,532,150 per year, revenue of IDR 31,657,500 per year, and income of IDR 11,125,350 per year. The resulting added value was IDR 4,128/kg with a value added ratio of 54%, which is considered high. Based on the financial analysis, the business is considered feasible with an NPV of IDR 40,133,393.92, an IRR of 42.82%, a Gross B/C of 1.31, and a Net B/C of 2.96, and a Payback Period of 3 years. Business development can be carried out through optimizing the utilization of corn surpluses, production efficiency, and product marketing development.

