Show simple item record

dc.contributor.advisorSuprayudi, Muhammad Agus
dc.contributor.advisorSetiawati, Mia
dc.contributor.advisorFauzi, Ichsan Achmad
dc.contributor.authorRidarto, Naufal Baqir Hafizh
dc.date.accessioned2026-06-24T00:11:54Z
dc.date.available2026-06-24T00:11:54Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173623
dc.description.abstractIkan nila menjadi salah satu komoditas budidaya unggulan di Indonesia, bahkan di dunia karena keunggulan yang dimiliki ileh ikan nila. Budiaya intensif yang dilakukan ini dapat menghasilkan limbah nitrogen yang apabila terakumulasi dapat berdampak negatif terhadap kinerja pertumbuhan dan menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif ini disebabkan tidak seimbangnya jumlah produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dengan pertahanan antioksidan. Enzim antioksidan berperan penting dalam pertahanan antioksidan dalam melawan radikal bebas diantaranya ada Superoxide Dismutase (SOD) dan Catalase (CAT). Kedua enzim ini memerlukan ion logam sebagai kofaktor untuk menjalankan aktivitasnya. Mangan (Mn) merupakan mikromineral yang memiliki peran sebagai kofaktor enzim, seperti enzim SOD dengan membentuk MnSOD dan enzim CAT agar dapat menjalankan metabolismenya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dosis optimum Mn organik yang diperlukan oleh ikan nila terhadap kinerja pertumbuhan dan respons antioksidan pada ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Pakan uji yang digunakan dilakukan penambahan Mn dengan dosis berbeda, yaitu suplementasi Mn organik dengan dosis 0, 15, 30, 45, dan 60 mg kg-1 pakan. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 60 hari dengan menggunakan 15 unit kontainer berukuran 60 x 40 x 35 cm dengan tinggi air 30 cm, kepadatan ikan 15 ekor ikan nila per kontainer dengan rata-rata bobot individu 7 ± 0,05 g per ekor. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari secara at satiation, pada hari ke 15, 30, dan 45 dilakukan penimbangan biomassa ikan. Heat stress challenge dilakukan pada akhir pemeliharaan dengan cara ikan nila dimasukkan ke dalam akuarium yang dipanaskan pada suhu 40 °C selama lima menit. Parameter yang dievaluasi meliputi kinerja pertumbuhan dan pemanfaatan pakan (tingkat kelangsungan hidup, jumlah konsumsi pakan, rasio konversi pakan , efisiensi pakan , rasio efisiensi protein, laju pertumbuhan spesifik, retensi protein, dan retensi lemak), kinerja hati (Hepatosomatic Index (HSI) dan lemak hati), Kandungan Mn pada organ (tulang belakang, hati, usus, dan ginjal), status kesehatan (Respiratory Burst (RB) dan aktivitas lisozim), dan respons antioksidan (Superoxide Dismutase (SOD), Catalase (CAT), dan Malondialdehyde (MDA). Dosis optimum suplementasi Mn organik dihitung menggunakan analisis regresi polinomial. Data hasil penelitian diuji normalitas dan homogenitas terlebih dahulu sebelum dilakukan analisis ragam (One-way ANOVA). Hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan metode Tukey. Hasil pengukuran parameter kinerja pertumbuhan dan pemanfaatan pakan menunjukkan bahwa perlakuan penambahan Mn dosis 30 mg kg-1 pakan merupakan dosis terbaik dibandingkan dengan dosis lainnya. Perlakuan dosis Mn 30 mg kg-1 pakan menghasilkan kinerja hati yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kandungan Mn pada organ mengalami peningkatan pada perlakuan yang ditambahkan Mn dengan dosis 30 mg kg-1 pakan. Parameter respiratory burst dan aktivitas lisozim pada dosis 30 mg kg-1 pakan lebih tinggi secara signifikan (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Parameter respons antioksidan terbaik pada perlakuan pakan dengan penambahan Mn dosis 30 mg kg-1 pakan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu suplementasi Mn organik pada pakan dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan dan pemanfaatan pakan, kinerja hati, kandungan Mn pada organ, status kesehatan, dan respons antioksidan pada ikan nila. Dosis optimum Mn berdasarkan regresi polinomial dilihat dari laju pertumbuhan spesifik yaitu sebesar 39,50 mg kg-1 pakan.
dc.description.abstractTilapia is one of the leading aquaculture commodities in Indonesia, and even in the world, due to its advantages. Intensive aquaculture can produce nitrogen waste, which, when it is accumulated, can have a negative impact on growth performance and can cause oxidative stress. Oxidative stress is caused by an imbalance between the production of Reactive Oxygen Species (ROS) and the antioxidant defenses. Antioxidant enzymes play an important role in antioxidant defense against free radicals, including Superoxide Dismutase (SOD) and Catalase (CAT). Both enzymes require metal ions as cofactors to perform their activities. Manganese (Mn) is a micromineral that acts as an enzyme cofactor, such as the SOD enzyme by forming MnSOD and the CAT enzyme to carry out its metabolism. This study aims to evaluate the optimal dose of organic Mn required by tilapia for growth performance and antioxidant response in tilapia. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and three replicates. The test feed used was supplemented with different doses of Mn, namely organic Mn supplementation at doses of 0, 15, 30, 45, and 60 mg kg-1 feed. The tilapia were reared for 60 days using 15 containers measuring 60x40x35 cm with a water depth of 30 cm, a fish density of 15 tilapia per container, with an average individual weight of 7 ± 0,05 g per fish. Feeding frequency was three times a day using at satiation method, and on days 15, 30, and 45, the fish biomass was weighed. A heat stress challenge was carried out at the end of the rearing period by putting the tilapia in an aquarium heated at 40°C for five minutes. The parameters that are evaluated included growth performance and feed utlization (survival rate, feed intake, feed conversion ratio, feed efficiency, protein efficiency ratio, specific growth rate, protein retention, and lipid retention), liver performance (Hepatosomatic Index (HSI) and hepatic lipid), Mn content in organs (vertebrae, liver, intenstine, and kidney), health status (Respiratory Burst (RB) and lysozyme activity), and antioxidant response (Superoxide Dismutase (SOD), Catalase (CAT), and Malondialdehyde (MDA)). The optimal dose of organic Mn supplementation was calculated using polynomial regression analysis. The research data were tested for normality and homogeneity before performing analysis of variance (One-way ANOVA). Significant differences were further tested using the Tukey method. The results of measuring growth performance and feed utilization parameters showed that the treatment with an additional Mn dose of 30 mg kg-1 feed was the best dose among the other doses. The Mn dose treatment of 30 mg kg-1 feed resulted in better liver performance compared to the other treatments. Mn content in organs increased in the treatment with an additional Mn dose of 30 mg kg-1 feed. The respiratory burst and lysozyme activity parameters at a dose of 30 mg kg-1 feed were significantly higher (P<0,05) than the control treatment. The best antioxidant response parameters were found in the feed treatment with added Mn at a dose of 30 mg kg-1 feed. The conclusion that can be drawn from this study is that organic Mn supplementation in feed can improve growth performance, Mn content in organs, health status, and antioxidant response in tilapia. The optimal Mn dose based on polynomial regression, as determined by specific growth rate, was 39.50 mg kg-1 feed.
dc.description.sponsorshipPT. Aquacell Indo Pasifik
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Suplementasi Mn pada Pakan terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Respons Antioksidan Ikan Nila Oreochromis sp.id
dc.title.alternativeEvaluation of Mn Supplementation in Feed on Growth Performance and Antioxidant Response of Tilapia Oreochromis sp.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordCAT, Mn, nila, pertumbuhan, SODid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record