| dc.description.abstract | Indonesia menghadapi tantangan kualitas perkerasan jalan di tengah melimpahnya limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi panjang dan kadar serat TKKS terhadap karakteristik volumetrik dan Marshall campuran AC-WC menggunakan metode dry-mix. Serat TKKS diberi perlakuan alkali NaOH 5% dan pelapisan aspal emulsi sebelum dicampurkan ke dalam agregat kering. Variasi panjang serat yang diuji adalah 0,5 cm dan 1 cm dengan kadar 0,2%, 0,4%, dan 0,6% terhadap berat agregat, mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Penambahan serat TKKS secara konsisten meningkatkan nilai Stabilitas Marshall dan Marshall Quotient, sekaligus mempertahankan seluruh parameter volumetrik (VIM, VMA, VFA) dalam batas spesifikasi. Kadar Serat Optimum (KSO) ditetapkan pada serat 0,5 cm kadar 0,4% dengan stabilitas 1.748,80 kg, MQ 530,24 kg/mm, VIM 4,20%, VFA 77,66%, dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) 90,79% yang memenuhi persyaratan minimum 90%. Perlakuan permukaan serat terbukti mengatasi sifat hidrofilik serat alam, menjadikan limbah TKKS sebagai aditif aspal yang berkelanjutan. | |