| dc.description.abstract | Pemanenan air hujan (rainwater harvesting) merupakan salah satu alternatif konservasi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemanenan air hujan di Laboratorium Terpadu Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University. Kebutuhan air tanaman dihitung menggunakan metode Penman-Monteith dan koefisien tanaman, sedangkan curah hujan andalan ditentukan melalui analisis frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air maksimum tanaman tomat terjadi pada bulan September sebesar 0,88 m³ dengan evapotranspirasi 4,22 mm/hari. Distribusi Weibull memberikan hasil terbaik dalam penentuan curah hujan andalan dan menghasilkan nilai R80 sebesar 105,58 mm. Potensi air hujan yang dapat dipanen dari atap seluas 600 m² mencapai 57,02 m³. Sistem yang dirancang menggunakan tangki berkapasitas 1 m³ dan mampu memenuhi 100% kebutuhan air tanaman. Penerapan sistem ini mendukung konservasi sumber daya air, mengurangi limpasan permukaan, serta mendukung konsep green campus melalui pemanfaatan air hujan sebagai sumber air alternatif yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat lingkungan, sosial, ekonomi. | |