| dc.description.abstract | Pantai Bintang merupakan salah satu destinasi wisata pantai di Pulau Pari,
Kepulauan Seribu, yang memiliki potensi sumber daya pesisir untuk kegiatan
rekreasi dan wisata bahari. Namun, pemanfaatan kawasan wisata belum optimal,
ditandai oleh keterbatasan area pemanfaatan, fasilitas wisata yang belum memadai,
serta belum diterapkannya pengelolaan berbasis daya dukung lingkungan.
Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan wisata Pantai Bintang sebagai dasar
penyusunan strategi pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Metode yang
digunakan meliputi analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), daya dukung
kawasan, Willingness to Pay (WTP), regresi logistik biner, serta analisis SWOT dan
QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Bintang memiliki area wisata
yang sesuai sepanjang 210 m, sedangkan area yang saat ini dimanfaatkan hanya
mencapai 120 m. Nilai daya dukung kawasan sebesar 16 orang per hari
menunjukkan perlunya pengaturan jumlah kunjungan sesuai kapasitas lingkungan.
Nilai WTP wisatawan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 dengan rata-rata
sebesar Rp11.250. Hasil regresi logistik biner menunjukkan bahwa pendapatan
berpengaruh signifikan terhadap keputusan WTP wisatawan. Analisis SWOT dan
QSPM menghasilkan strategi prioritas berupa peningkatan kualitas sumber daya
pesisir, penguatan infrastruktur dan sistem pengelolaan berbasis daya dukung, serta
pengembangan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat. Pengelolaan Pantai
Bintang perlu dilakukan secara terintegrasi dengan mempertimbangkan aspek
ekologi, sosial, dan ekonomi guna mendukung keberlanjutan kawasan wisata. | |