Penerapan Hasil Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Minyak Nilam pada PT Alam Indonesia Raharja
Abstract
PT Alam Indonesia Raharja merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi dan pemasaran minyak atsiri. Permintaan minyak nilam yang tinggi belum dapat dipenuhi secara optimal oleh perusahaaan sehingga timbulnya permasalahan seperti ketidaksesuaian kualitas dan kuantitas bahan baku dan keterlambatan pengiriman ke buyer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala utama rantai pasok, mengukur kinerja rantai pasok, serta merumuskan strategi perbaikan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan aspek finansial perusahaan. Metode yang digunakan mencakup SCOR, AHP, dan R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok perusahaan berada pada kategori baik dengan nilai total sebesar 86. Atribut reliabilitas menjadi yang paling dominan dengan bobot 0,589. Strategi perbaikan difokuskan pada penyusunan SOP pengadaan bahan baku, penerapan pengendalian persediaan, peningkatan kualitas melalui pelatihan QC, serta penguatan koordinasi distribusi. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa terjadi peningkatan R/C rasio dari 1,19 menjadi 1,25 yang mengindikasikan efisiensi operasional. PT Alam Indonesia Raharja is a company engaged in the production and
marketing of essential oils. The high demand for patchouli oil has not been
optimally fulfilled by the company, resulting in problems such as inconsistencies in
the quality and quantity of raw materials and delays in delivery to buyers. This study
aims to analyze the main supply chain constraints, measure supply chain
performance, and formulate improvement strategies to enhance the company's
operational efficiency and financial performance. The methods used include SCOR,
AHP and the R/C ratio. The results show that the company's supply chain
performance is in the good category, with a total score of 86. The reliability attribute
is the most dominant, with a weight of 0,589. The improvement strategies focus on
developing SOP for raw material procurement, implementing inventory control,
improving quality through QC training, and strengthening distribution
coordination. The results of the financial analysis indicate that the implementation
of the improvement strategies is expected to increase the R/C ratio from 1,19 to
1,25, it is indicating an improvement in operational efficiency.

