Peningkatan Ekspor Tanaman Hias Dracaena sp. melalui Inovasi Media Tanam Cocodama ke Timur Tengah
Abstract
Apex Indonesia merupakan perusahaan eksportir tanaman hias yang berfokus
pada komoditas Dracaena sp. dan berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah media tanam cocodama
menggunakan metode Hayami, menilai kelayakan non finansial pada prospek pasar Timur Tengah, serta menganalisis struktur biaya dan penerimaan berdasarkan Revenue Cost (R/C) rasio. Cocodama merupakan media tanam inovatif berbentuk bola yang terbuat dari serat kelapa (cocofiber) dan cocopeat sebagai alternatif pengganti moss untuk meningkatkan nilai estetika dan ekspor Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa cocodama menghasilkan rasio nilai tambah sebesar 92% dengan keuntungan Rp99.098. Secara non finansial, usaha dinyatakan layak berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, teknis, manajemen dan hukum, sosial ekonomi dan budaya, serta lingkungan. Analisis struktur biaya dan penerimaan menunjukkan komponen terbesar adalah tanaman Dracaena sp. dengan rata-rata dalam satu kali produksi sebesar 42% dan nilai rata-rata R/C rasio dalam satu kali produksi sebesar 2,86, seluruhnya berada di atas 1 yang berarti usaha layak dan menguntungkan. Apex Indonesia is an ornamental plant exporting company specializing in
Dracaena sp. commodities, located in Bogor Regency, West Java. This study aims
to analyze the added value of cocodama planting media using the Hayami method, assess its non-financial feasibility in the Middle Eastern market, and examine the cost and revenue structure based on the Revenue Cost (R/C) ratio. Cocodama is an innovative spherical planting medium made from coconut fiber (cocofiber) and cocopeat, developed as an alternative to moss to enhance aesthetic value and Indonesia export. The results show that cocodama generates a added value ratio of 92% with a profit of IDR 99,098. The non-financial analysis indicates that the business is feasible across market and marketing, technical, management and legal, socio-economic and cultural, and environmental aspects. The cost and revenue structure analysis shows that the largest cost component is the Dracaena sp. plant, accounting for an average of 42% per production cycle, with an average R/C ratioof 2.86 per production cycle, all of which exceed 1, indicating that the business is both feasible and profitable.

