Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Bisnis Pengolahan Briket Sekam Padi pada PT Doa Bangsa Agrobisnis
Abstract
Sekam merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan beras. Peningkatan produksi beras mengakibatkan peningkatan jumlah sekam yang dihasilkan. PT Doa Bangsa Agrobisnis merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan produk beras dan akan mengembangkan bisnis pengolahan briket sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model bisnis, menganalisis nilai tambah, dan menganalisis kelayakan bisnis briket sekam padi. Hasil penelitian menggunakan business model canvas menunjukkan bahwa penambahan produk briket sekam padi pada elemen value proposition mengakibatkan peningkatan pendapatan perusahaan. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan pengolahan briket sekam padi memberikan nilai tambah sebesar 46%. Hasil analisis kelayakan bisnis menunjukkan bahwa pengembangan bisnis ini layak dijalankan karena dapat memberikan NPV sebesar Rp1.224.074.421,00, IRR sebesar 67%, Net B/C sebesar 5,36, Gross B/C sebesar 1,34, serta Payback Period dalam waktu 4,95 tahun. Batasan toleransi kelayakan bisnis ini adalah 39,362% untuk penurunan produksi, 419,344% untuk kenaikan harga sekam, 271,713% untuk kenaikan harga tepung, dan 233,865% untuk kenaikan harga kemasan. Husks are waste produced from the rice processing. Increasing rice
production results in an increase in the number of husks produced. PT Doa Bangsa
Agrobisnis is one of the companies that offers rice products and will develop a rice
husk briquette processing business. This research aims to formulate a business
model, analyze added value, and analyze the feasibility of rice husk briquettes
business. The results of the study using a canvas business model show that the
addition of rice husk briquettes products to the value proposition element results
in an increase in the company's revenue. The results of the value-added analysis
show that the processing of rice husk briquettes provides an added value of 46%.
The results of the business feasibility analysis show that this business development
is feasible because it can provide an NPV of IDR 1,224,074,421.00, IRR of 67%,
Net B/C of 5.36, Gross B/C of 1.34, and Payback Period within 4.95 years. The
tolerance limit for this business feasibility is 39.362% for production decreases,
419.344% for husk price increases, 271.713% for flour price increases, and
233.865% for packaging price increases.

