Show simple item record

dc.contributor.advisorSantosa, Yanto
dc.contributor.authorSuwandi, Adiartha
dc.date.accessioned2026-06-19T00:40:51Z
dc.date.available2026-06-19T00:40:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173507
dc.description.abstractLutung jawa (Trachypithecus auratus) merupakan primata endemik Indonesia yang mengalami penurunan populasi akibat degradasi habitat, perburuan, dan perdagangan satwa liar ilegal. Kendati upaya penegakan hukum telah dilakukan, aktivitas perburuan dan perdagangan ilegal lutung jawa masih sering terjadi akibat kesulitan aparat penegak hukum dalam menetapkan sanksi yang mampu memberikan efek jera karena keterbatasan data mengenai nilai ekonomi satwa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai ekonomi lutung jawa menggunakan metode harga pasar, valuasi kontingensi, dan biaya pemeliharaan, serta membandingkan ketiga metode guna menentukan pendekatan valuasi yang lebih sesuai untuk digunakan. Data harga pasar diperoleh melalui penelusuran daring dan studi literatur, data willingness to pay (WTP) dikumpulkan melalui kuesioner pengunjung, sedangkan data biaya pemeliharaan didapatkan melalui wawancara dengan pengelola Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Safari Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi lutung jawa sebesar Rp3.430.668 (harga pasar), Rp3.947.500 (valuasi kontingensi), dan Rp6.343.405 (biaya pemeliharaan). Terdapat hubungan antara nilai WTP yang dihasilkan dengan tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan usia responden. Ditinjau dari efektivitas pengumpulan dan analisis data serta efisiensi biaya, metode valuasi yang lebih sesuai adalah harga pasar, sementara berdasarkan nilai ekonomi yang dihasilkan metode yang lebih tepat adalah biaya pemeliharaan.
dc.description.abstractThe Javan langur (Trachypithecus auratus) is an endemic Indonesian primate experiencing population decline due to habitat degradation, hunting, and illegal wildlife trade. Despite law enforcement efforts, illegal trade persists, partly because of limited information on the species' economic value, which hinders the determination of effective sanctions. This study aimed to estimate the economic value of the Javan langur using the market price, contingent valuation, and husbandry cost methods, and to compare these approaches to identify the most suitable valuation method. Market price data were obtained through online searches and literature reviews, willingness to pay (WTP) data through visitor questionnaires, and husbandry cost data through interviews with managers of Ragunan Zoo and Taman Safari Indonesia. The estimated economic values were IDR 3,430,668 (market price), IDR 3,947,500 (contingent valuation), and IDR 6,243,405 (husbandry cost). WTP was significantly associated with respondents’ income, education level, and age. Considering the effectiveness of data collection and analysis as well as cost efficiency, the market price method was found to be the most suitable valuation approach., whereas the husbandry cost method provided the highest and most representative economic value estimate.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleValuasi Ekonomi Lutung Jawa (Trachypithecus auratus, E. Geoffroy 1812)id
dc.title.alternativeEconomic Valuation of Javan Langur (Trachypithecus auratus E. Geoffroy 1812)
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbiaya pemeliharaanid
dc.subject.keywordharga pasarid
dc.subject.keywordlutung jawaid
dc.subject.keywordValuasi ekonomiid
dc.subject.keywordvaluasi kontingensiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record