| dc.description.abstract | Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Salah satu cara untuk menurunkan kadar asam urat dengan menghambat aktivitas enzim xantin oksidase. Senyawa fenolik dan flavonoid merupakan senyawa pada tumbuhan dan diketahui berpotensi sebagai agen antihiperurisemia. Taman Nasional Meru Betiri, menjadi salah satu sumber prospektif untuk pengembangan bahan baku antihiperurisemia. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar fenolik dan flavonoid total, aktivitas antioksidan, serta aktivitas inhibisi enzim xantin oksidase. Metode penelitian meliputi ekstraksi (re-maserasi), penentuan kadar fitokimia, antioksidan, dan inhibisi xantin oksidase (spektrofotometer), skrining senyawa (bioautografi), dan identifikasi senyawa bioaktif (LC-HRMS). Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik tertinggi MB 55 (316,01 mg GAE/g ekstrak) dan kadar flavonoid tertinggi MB 31 (270,04 mg QE/g ekstrak). Aktivitas antioksidan terbaik MB 35 (DPPH), MB 59 (ABTS), dan MB 31 (FRAP). Aktivitas inhibisi xantin oksidase terbaik pada sampel MB 22 dengan nilai IC50 sebesar 23,20 ppm, sehingga berpotensi sebagai sumber senyawa antihiperurisemia alami. Analisis LC-HRMS pada sampel MB 22 berhasil mengidentifikasi sejumlah metabolit sekunder yang berkontribusi sebagai antioksidan dan inhibitor enzim xantin oksidase | |