POTENSI KESESUAIAN EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI PENDUKUNG EKOWISATA BAHARI DI PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU
Abstract
Pulau Pari memiliki ekosistem mangrove yang berperan penting secara
ekologis dan ekonomis, namun pemanfaatannya sebagai ekowisata belum didukung
kajian kesesuaian dan daya dukung yang memadai. Penelitian ini bertujuan
menganalisis kesesuaian wilayah, daya dukung kawasan, nilai ekonomi, serta
merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove. Metode yang digunakan
meliputi Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), daya dukung kawasan (DDK),
Contingent Valuation Method (CVM), dan analisis SWOT dengan pengumpulan
data melalui observasi lapangan di 14 titik pada 5 wilayah serta survei terhadap
wisatawan dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ekosistem mangrove di Pulau Pari berada pada kategori tidak sesuai untuk
pengembangan ekowisata akibat rendahnya kerapatan, ketebalan, dan
keanekaragaman mangrove. Daya dukung kawasan belum dapat dihitung secara
aktual, namun estimasi potensi setelah rehabilitasi mencapai 273 orang per hari atau
71.100 orang per tahun. Nilai ekonomi berdasarkan kesediaan membayar
wisatawan sebesar Rp980.390.000 dan berpotensi meningkat hingga
Rp3.661.192.853 dengan penetapan tarif optimal. Implikasi penelitian menegaskan
perlunya rehabilitasi ekosistem, pengembangan ekowisata berbasis konservasi, dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara terpadu.

