| dc.description.abstract | Keragaman genetik sirih merah sebagai tanaman herbal yang kaya akan metabolit sekunder penting untuk dikaji karena informasi mengenai keragaman genetiknya belum tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman genetik beberapa aksesi sirih merah yang berasal dari Bogor, Batu, Nganjuk, Jambi, dan Jember menggunakan marka Sequence-Related Amplified Polymorphism (SRAP). DNA genom diisolasi dan diamplifikasi melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan kombinasi primer SRAP terpilih, kemudian hasilnya dianalisis melalui elektroforesis dan data biner. Analisis dilakukan berdasarkan koefisien similaritas dan dendrogram menggunakan NTSYS. Hasil menunjukkan nilai koefisien similaritas berkisar antara 0.545 hingga 1 yang mengindikasikan adanya variasi genetik. Dendrogram membentuk dua kelompok utama, yaitu SM-BTU (Batu) dan SM-NGK (Nganjuk), serta SM-BGR (Bogor) dan SM-JBI (Jambi) dengan hubungan genetik relatif dekat. Sementara itu, SM-JBR (Jember) terpisah dan menunjukkan perbedaan genetik yang relatif tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sirih merah memiliki keragaman genetik sehingga berpotensi sebagai dasar upaya konservasi dan pemuliaan. | |