Sifat Mekanis Lembaran Pulp Campuran Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Kertas HVS Bekas
Abstract
Jumlah sampah di Indonesia mencapai sekitar 18 juta ton pada tahun 2023, dengan sekitar 11,07% berupa sampah kertas dan karton. Studi ini menyelidiki peningkatan mutu lembaran campuran kertas daur ulang dengan eceng gondok sebagai serat primer. Eceng gondok merupakan spesies invasif dengan kandungan selulosa 43–65%. Proses daur ulang kertas HVS melibatkan perendaman selama dua hari dan proses pengecilan ukuran. Pulp eceng gondok disiapkan menggunakan larutan NaOH dengan AA 15% (4:1, l/w) pada suhu 170°C selama 90 menit. Berbagai rasio campuran eceng gondok (EG) dan kertas bekas (KB) diuji. Rasio yang digunakan adalah (EG:KB) 100:0, 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dan 0:100. Kondisi kontrol, yakni EG 100%, memiliki indeks tarik dan retak tertinggi sebesar 39,90 Nm g?¹ dan 3,98 kPa m² g?¹. Secara keseluruhan, pencampuran seratserat meningkatkan nilai indeks tarik dan retak secara signifikan, meskipun tidak signifikan terhadap indeks sobek.
Collections
- UT - Forestry Products [2483]

