| dc.description.abstract | Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (KUNAK) Bogor memiliki potensi tinggi terhadap transmisi penyakit tular nyamuk (mosquito-borne diseases) akibat interaksi antara ternak, peternak sebagai inang dan reservoir patogen di dalam lingkungan peternakan, serta lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi dan dominansi spesies, distribusi spasial habitat perkembangbiakan dan karakteristiknya, serta menganalisis potensi nyamuk sebagai vektor penyakit di lingkungan peternakan sapi perah KUNAK Bogor. Penelitian dilakukan sejak Mei September 2025 dengan metode survei lapangan melalui penangkapan nyamuk dewasa dan pengambilan larva nyamuk. Karakteristik habitat yang diamati meliputi aspek fisika, kimia, dan biologis, sedangkan analisis potensi nyamuk sebagai vektor dilakukan dengan mendeteksi arbovirus menggunakan metode RT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies nyamuk dominan yang ditemukan termasuk ke dalam genus Aedes, Culex, Anopheles, dan Armigeres, yang berpotensi sebagai vektor penyakit pada hewan dan manusia, dengan Cx. tritaeniorhynchus (57.40%) sebagai spesies paling dominan. Distribusi spasial habitat perkembangbiakan nyamuk tersebar luas di lingkungan peternakan dengan penemuan habitat positif larva nyamuk sebanyak 2–8 habitat per bulan. Wadah buatan merupakan habitat yang paling dominan (39,29%) dan memiliki kepadatan larva tertinggi, sedangkan habitat alami seperti kolam, kubangan, dan kobakan memiliki keanekaragaman spesies yang lebih tinggi. Faktor lingkungan seperti luas, kedalaman, suhu, pH, salinitas, tanaman air, dan predator larva memengaruhi keberadaan dan kelimpahan larva nyamuk. Hasil analisis potensi nyamuk sebagai vektor penyakit menunjukkan bahwa seluruh sampel nyamuk negatif terhadap arbovirus (Flavivirus, Alphavirus, dan Phlebovirus). Meskipun demikian, keberadaan nyamuk beserta habitat perkembangbiakannya yang melimpah tetap menunjukkan potensi risiko penularan penyakit di lingkungan peternakan. | |