Komposisi Spesies Lamun di Pesisir Desa Malala, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah
Abstract
Desa Malala merupakan salah satu desa di Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli dengan wilayah pesisir yang ditumbuhi oleh lamun dan merupakan habitat penting bagi dugong dan penyu sekaligus kawasan konservasi berbasis masyarakat. Keanekaragaman lamun merupakan salah satu faktor penting dalam konservasi karena spesies yang beranekaragam dapat menjaga kelangsungan dan ketahanan hidup padang lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komposisi spesies lamun di Desa Malala. Penelitian menggunakan data sekunder yang pengamatannya dilakukan pada Oktober sampai November 2023 di tiga stasiun berdasarkan metode purposive sampling. Hasil penelitian mendapati bahwa Desa Malala memiliki lima spesies lamun yaitu Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, dan Enhalus acoroides. Dua jenis lamun mendominasi tutupan padang lamun di Desa Malala, yaitu Halodule uninervis dan Thalassia hemprichii. Secara umum, pesisir desa yang rentan terpapar gangguan didominasi spesies pionir dan yang lebih sedikit gangguan mulai didominasi spesies klimaks menengah. Malala is a village in Dondo District, Tolitoli Regency with seagrass beds on its coastal area which is an important habitat for dugongs and turtles as well as a community-based conservation area. Seagrass diversity is an important factor in conservation because diverse species can maintain the continuity and resilience of seagrass beds. This study aims to describe the composition of seagrass species in Malala Village.. The study used secondary data, observations were conducted from October to November 2023 at three stations using a purposive sampling method. The results found that Malala Village has five seagrass species: Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, and Enhalus acoroides. Two types of seagrass dominate the seagrass cover in Malala Village: Halodule uninervis and Thalassia hemprichii. In general, coastal villages that are vulnerable to disturbance are dominated by pioneer species, while those with less disturbance are starting to be dominated by intermediate climax species.

