DISTRIBUSI MIKROPLASTIK DI AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR TELUK LABUAN, BANTEN
Date
2026Author
Mahsa, Nur Almira
Rastina
Naulita, Yuli
Zamani, Neviaty Putri
Metadata
Show full item recordAbstract
Desa Teluk di Kecamatan Labuan, Pandeglang, merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap akumulasi sampah plastik akibat aktivitas masyarakat, pariwisata yang masuk melalui aliran sungai serta sampah yang terbawa arus laut. Penumpukan sampah plastik ini berpotensi terdegradasi menjadi mikroplastik yang mencemari perairan dan sedimen, sehingga mengancam ekosistem laut serta kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur akumulasi dan distribusi mikroplastik di air dan sedimen guna memahami pola penyebarannya di wilayah pesisir Desa Teluk. Pengumpulan sampel air dan sedimen dilakukan pada 10 Mei 2025 di 9 stasiun, yang terdiri dari 2 stasiun berada di badan Sungai Cipunten Agung, 1 stasiun tepat di muara, 3 stasiun berada di sekitar pesisir dan 3 stasiun lainnya mengarah ke laut. Selain sampel air dan sedimen, pada tiap stasiun juga diukur parameter fisik seperti suhu, salinitas, densitas, dan kecepatan arus yang kemudian divisualisasi menggunakan Ocean Data View. Data prediksi pasang surut serta debit sungai merupakan data sekunder yang diperlukan sebagai data pendukung. Selain itu, pengukuran fraksi sedimen juga dilakukan untuk melihat kemampuan dalam memerangkap partikel mikroplastik yang ditampilkan menggunakan perangkat lunak ArcMap. Kemudian untuk mengkaji hubungan antara distribusi bentuk mikroplastik dengan parameter fisika serta jenis sedimen digunakan analisis multivariat Analisis Komponen Utama (PCA).
Hasil pengukuran parameter fisika perairan menunjukkan gradasi dari badan sungai menuju laut terbuka. Suhu, salinitas, dan densitas mengalami peningkatan seiring bertambah jarak dari muara, akan tetapi kecepatan arus cenderung lebih rendah ditemukan pada zona pertemuan air tawar dan air laut. Kemudian jenis sedimen yang paling umum ditemukan di lokasi penelitian didominasi oleh sedimen dengan ukuran butiran halus. Hasil identifikasi mikroplastik menunjukkan adanya perbedaan karakteristik mikroplastik pada air dan sedimen. Pada sampel air didominasi oleh bentuk fiber (49,53%), sedangkan pada sampel sedimen bentuk yang paling banyak ditemukan adalah fragmen (40,57%). Ukuran mikroplastik yang banyak ditemukan pada air berkisar antara 200 - 500 µm (36,83%), sementara pada sedimen dominan berukuran < 200 µm (47,94%). Berdasarkan warna, tipe transparan merupakan warna yang paling umum ditemukan pada kedua media, yaitu 31,46% di air dan 27,23% di sedimen. Secara kuantitatif, kelimpahan mikroplastik di air yaitu 2,25 ± 0,99 partikel/L, sedangkan pada sedimen yaitu 1566,67 ± 859,19 partikel/kg. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan bentuk, ukuran, warna, serta kelimpahan mikroplastik di air dan sedimen bergantung pada hidrodinamika perairan, yang mempengaruhi proses transport, pengendapan, dan distribusi mikroplastik di lingkungan.
Collections
- MT - Fisheries [3264]

