Tingkat Kesejahteraan Nelayan Rawai Layur Skala Kecil di Palabuhanratu, Sukabumi.
Date
2026Author
Panggabean, Juan Febrian
Yusfiandayani, Roza
Purwangka, Fis
Metadata
Show full item recordAbstract
Nelayan rawai layur di Palabuhanratu menjadikan aktivitas melaut sebagai pekerjaan utama dan sumber penghasilan bagi keluarga. Namun, nelayan mengalami berbagai tantangan yakni pendapatan yang tidak stabil akibat fluktuasi musim penangkapan, rendahnya tingkat pendidikan, serta minimnya alternatif mata pencaharian. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan perikanan rawai layur dan mengklasifikasikan sekaligus menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan rawai layur menggunakan parameter Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Metode penelitian menggunakan observasi dan wawancara terstruktur serta snowball sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis kesejahteraan menurut parameter BKKBN, dan analisis rank spearman untuk melihat indikator yang paling mempengaruhi kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perikanan rawai layur di Palabuhanratu menggunakan kapal berukuran 3 GT dengan tangkapan utama yaitu ikan layur (Trichiurus sp.). Nelayan rawai layur di Palabuhanratu termasuk kedalam kategori Keluarga Pra Sejahtera sebesar 6%, Keluarga Sejahtera I sebesar 53%, Keluarga Sejahtera II sebesar 38%, dan Keluarga Sejahtera III sebesar 3%. Terdapat tiga indikator yang paling mempengaruhi tingkat kesejahteraan dengan hubungan kekuatan sedang hingga sangat kuat, yaitu indikator ke-10, ke-11, dan ke-9, hubungan kekuatan sangat kuat ada pada indikator ke-10 dengan koefisien korelasi 0.804. Hairtail fish longline fishers in Palabuhanratu make fishing their primary occupation and source of income for their families. However, fishers face various challenges by unstable incomes due to seasonal fluctuations in catchs, low levels of education, and lack of alternative livelihoods. Therefore, this study aims to describe hairtail fish longline fisheries activities to classify and analyze the welfare levels of hairtail fish longline fishers using parameters from the National Population and Family Planning Board (BKKBN). The research methods included observation and structured interviews, as well as snowball sampling. Data were analyzed using descriptive analysis, welfare analysis according to BKKBN parameters, and Spearman rank correlation analysis to identify indicators that most influence welfare. The results show that hairtail longline fisheries in Palabuhanratu utilize 3 GT vessels with the main catch being hairtail fish (Trichiurus sp.). Hairtail fish longline fishers in Palabuhanratu are categorized as Pre-Prosperous Families 6%, Prosperous Families I 53%, Prosperous Families II 38%, and Prosperous Families III 3%. There are three indicators that most influence the level of welfare with a moderate to very strong relationship, namely indicators 10, 11, and 9, the very strong relationship is in indicator 10 with a correlation coefficient of 0.804.

