Peran Komunikasi Partisipatif terhadap Kapabilitas Pengelola Desa Wisata (Studi: Desa Wisata Alamendah dan Desa Wisata Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat)
Date
2026Author
Oktaviyani, Rena
Hapsari, Dwi Retno
Puspita, Dyah Retna
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting dalam memajukan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia. Namun, banyak desa wisata masih menghadapi keterbatasan dalam kapasitas manajerial dan partisipasi masyarakat. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah komunikasi partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, keterdedahan media, dan peran pemangku kepentingan terhadap komunikasi partisipatif, serta pengaruh komunikasi partisipatif terhadap kapasitas manajerial pengelola Desa Wisata Alamendah dan Desa Wisata Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Responden penelitian terdiri atas 77 orang pengelola pada masing-masing desa wisata. Data dianalisis menggunakan metode SEM-PLS dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu dan peran pemangku kepentingan berpengaruh signifikan terhadap komunikasi partisipatif di Desa Wisata Alamendah, tetapi tidak berpengaruh signifikan di Desa Wisata Cibiru Wetan. Keterdedahan media tidak berpengaruh signifikan terhadap komunikasi partisipatif di kedua desa wisata. Komunikasi partisipatif berpengaruh signifikan terhadap kapasitas manajerial di Desa Wisata Alamendah, tetapi tidak berpengaruh signifikan di Desa Wisata Cibiru Wetan. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi partisipatif akan lebih efektif apabila didukung oleh kepemimpinan yang dialogis dan praktik komunikasi yang berkelanjutan. The development of tourism villages is an important strategy in advancing community-based tourism in Indonesia. However, many tourism villages still face limitations in managerial capacity and community participation. One of the key factors influencing this condition is participatory communication. This study aims to analyze the effects of individual characteristics, media exposure, and stakeholders roles on participatory communication, as well as the effect of participatory communication on the managerial capacity of tourism village managers in Alamendah Tourism Village and Cibiru Wetan Tourism Village, Bandung Regency. This research employed a mixed-methods approach using a sequential explanatory design. The respondents consisted of 77 managers in each tourism village. The data were analyzed using the SEM-PLS method with the assistance of SmartPLS 4.0. The results show that individual characteristics and stakeholders roles have a significant effect on participatory communication in Alamendah Tourism Village, but not in Cibiru Wetan Tourism Village. Media exposure does not have a significant effect on participatory communication in either village. Participatory communication has a significant effect on managerial capacity in Alamendah Tourism Village, but does not have a significant effect in Cibiru Wetan Tourism Village. These findings emphasize that participatory communication becomes more effective when supported by dialogical leadership and sustainable communication practices.
Collections
- MT - Human Ecology [2427]

