Pengaruh Asimetris Determinan Makroekonomi terhadap Remitansi di India: Pendekatan NARDL
Date
2026Author
Khadijah, Callula Khairunisa
Hakim, Dedi Budiman
Nugraheni, Sri Retno Wahyu
Metadata
Show full item recordAbstract
India merupakan penerima remitansi terbesar di dunia, dengan penerimaan mencapai lebih dari 125 miliar dolar AS pada tahun 2023, yang ditopang oleh diaspora yang tersebar di kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Meskipun relatif stabil dalam jangka panjang, remitansi India tidak selalu merespons perubahan kondisi makroekonomi secara seragam, yang mengindikasikan potensi hubungan nonlinear. Penelitian ini menganalisis karakteristik hubungan dan menguji asimetri antara remitansi dan empat determinan makroekonomi di India, yaitu keterbukaan perdagangan, nilai tukar nominal, ketidakpastian ekonomi, dan kualitas institusi keuangan, menggunakan data tahunan periode 1980 hingga 2025 dengan model Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL). Hasil menunjukkan adanya hubungan jangka panjang yang stabil, dikonfirmasi oleh error correction term yang signifikan. Uji Wald jangka panjang mengonfirmasi asimetri yang signifikan pada keterbukaan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi. Uji Wald jangka pendek untuk kualitas institusi keuangan menghasilkan asimetri yang signifikan, mengindikasikan bahwa pengaruh asimetris variabel tersebut bersifat temporer. Temuan ini menegaskan bahwa respons remitansi bergantung pada arah guncangan ekonomi, sehingga pendekatan nonlinear menjadi penting dalam analisis dan perumusan kebijakan remitansi. India is the world's largest remittance recipient, receiving over USD 125 billion in 2023, supported by a geographically dispersed diaspora across the Middle East, the United States, and Europe. Although remittances are relatively stable in the long run, they do not always respond uniformly to macroeconomic changes, suggesting potential nonlinearity. This study analyzes the relationship and tests asymmetry between remittances and four macroeconomic determinants in India, namely trade openness, nominal exchange rate, economic uncertainty, and financial institutions quality, using annual data from 1980 to 2025 within a Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) framework. Results indicate a stable long-run relationship confirmed by a significant error correction term. The long-run Wald test confirms significant asymmetry for trade openness and economic uncertainty. The short-run Wald test for financial institutions quality reveals significant asymmetry, indicating that its asymmetric effect is temporary. These findings suggest that remittance responses depend on the direction of economic shocks, underscoring the relevance of nonlinear approaches in remittance analysis and policy formulation.

