Pengelolaan Ekowisata Ekosistem Mangrove Desa Ayah, Kebumen Berbasis Kelembagaan
Abstract
Ekosistem mangrove di Desa Ayah, Kebumen memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata, namun pengelolaannya belum dilakukan secara optimal dan masih menghadapi risiko konflik antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekologi ekosistem mangrove serta aspek kelembagaan guna mendukung pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan dengan pendekatan Institutional Analysis and Development (IAD). Penelitian dilakukan pada Februari 2023 dengan menggunakan 8 titik sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Desa Ayah memiliki kerapatan yang sangat padat, namun penutupannya masuk kategori rusak. Berdasarkan Analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), sekitar 63,57% kawasan masuk kategori sesuai, terutama di zona pemanfaatan. Analisis Daya Dukung Kawasan (DDK) menetapkan batas kunjungan harian sebesar 315 orang untuk tracking mangrove, 69 orang untuk memancing, dan 98 orang untuk berperahu. Pengelolaan belum memenuhi semua kriteria. Rekomendasi pengelolaan meliputi rehabilitasi kawasan yang rusak, perbaikan fasilitas wisata, dan penegakan kebijakan pengelolaan kawasan ekosistem esensial untuk menjaga keberlanjutan ekologi dan ekonomi.

