Show simple item record

dc.contributor.advisorSafithri, Mega
dc.contributor.advisorAndrianto, Dimas
dc.contributor.advisorSyafitri, Utami Dyah
dc.contributor.authorInayah, Zahra Faiza
dc.date.accessioned2026-05-15T06:02:38Z
dc.date.available2026-05-15T06:02:38Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173082
dc.description.abstractPenuaan kulit merupakan proses yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, terutama paparan sinar ultraviolet yang meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS). Kondisi ini memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap degradasi elastin dan peningkatan aktivitas tirosinase, sehingga menyebabkan keriput dan hiperpigmentasi. Pemanfaatan bahan alami sebagai agen antipenuaan menjadi alternatif yang potensial, di antaranya ekstrak tongkol jagung dan propolis yang kaya senyawa fenolik dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan memberikan efek sinergis dalam menghambat proses penuaan kulit. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi optimal ekstrak tongkol jagung dan propolis menggunakan metode simplex lattice design berdasarkan parameter kadar fenolik total, flavonoid total, aktivitas antioksidan, serta penghambatan enzim tirosinase dan elastase. Selain itu, aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus turut dievaluasi. Metode penelitian meliputi ekstraksi bahan, penetapan kadar fenolik dan flavonoid total, serta pengujian aktivitas antioksidan. Kombinasi ekstrak diformulasikan menggunakan simplex lattice design untuk menghasilkan berbagai komposisi yang dianalisis menggunakan model matematis guna menentukan formulasi optimum. Formulasi terpilih kemudian diuji aktivitas penghambatan tirosinase dan elastase melalui nilai IC50, serta diuji aktivitas antibakterinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa propolis memiliki kandungan fenolik dan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak tongkol jagung, yang sejalan dengan aktivitas antioksidannya yang lebih kuat. Meskipun demikian, kombinasi kedua bahan menunjukkan adanya potensi interaksi yang dapat meningkatkan aktivitas biologis tertentu. Berdasarkan hasil optimasi menggunakan simplex lattice design, diperoleh formulasi optimum yang terdiri atas 14,47% ekstrak tongkol jagung dan 85,53% propolis. Formulasi ini menunjukkan aktivitas penghambatan tirosinase yang efektif dengan nilai IC50 sebesar 36,62 ± 0,32 µg/mL, serta aktivitas penghambatan elastase dengan nilai IC50 sebesar 58,13 ± 0,17 µg/mL. Selain itu, formulasi optimum juga menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, yang mengindikasikan potensi tambahan dalam aplikasi sebagai bahan aktif perawatan kulit. Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak tongkol jagung dan propolis berpotensi sebagai agen antipenuaan kulit melalui aktivitas antioksidan, penghambatan enzim terkait penuaan, serta aktivitas antibakteri. Pendekatan simplex lattice design efektif dalam menentukan komposisi optimum untuk menghasilkan aktivitas biologis yang maksimal.
dc.description.sponsorshipProgram Penelitian Terapan yang didanai oleh Kemenristekdikti untuk Tahun Anggaran 2024 berdasarkan Kontrak No. 22352/IT3.D10/PT.01.03/P/B/2024.
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBiochemistryid
dc.titleSimplex Lattice Design Kombinasi Ekstrak Tongkol Jagung dan Propolis Sebagai Bahan Aktif Antipenuaan Kulitid
dc.title.alternativeSimplex Lattice Design of Corn Cob Extract and Propolis Combination as Anti-Aging Active Ingredients.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordekstrak tongkol jagungid
dc.subject.keywordpropolisid
dc.subject.keywordFormulasiid
dc.subject.keywordsimplex lattice designid
dc.subject.keywordantipenuaan kulitid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record