Simplex Lattice Design Kombinasi Ekstrak Tongkol Jagung dan Propolis Sebagai Bahan Aktif Antipenuaan Kulit
Date
2026Jenis/Type
TesisAuthor
Inayah, Zahra Faiza
Safithri, Mega
Andrianto, Dimas
Syafitri, Utami Dyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Penuaan kulit merupakan proses yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, terutama paparan sinar ultraviolet yang meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS). Kondisi ini memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap degradasi elastin dan peningkatan aktivitas tirosinase, sehingga menyebabkan keriput dan hiperpigmentasi. Pemanfaatan bahan alami sebagai agen antipenuaan menjadi alternatif yang potensial, di antaranya ekstrak tongkol jagung dan propolis yang kaya senyawa fenolik dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan memberikan efek sinergis dalam menghambat proses penuaan kulit.
Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi optimal ekstrak tongkol jagung dan propolis menggunakan metode simplex lattice design berdasarkan parameter kadar fenolik total, flavonoid total, aktivitas antioksidan, serta penghambatan enzim tirosinase dan elastase. Selain itu, aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus turut dievaluasi. Metode penelitian meliputi ekstraksi bahan, penetapan kadar fenolik dan flavonoid total, serta pengujian aktivitas antioksidan. Kombinasi ekstrak diformulasikan menggunakan simplex lattice design untuk menghasilkan berbagai komposisi yang dianalisis menggunakan model matematis guna menentukan formulasi optimum. Formulasi terpilih kemudian diuji aktivitas penghambatan tirosinase dan elastase melalui nilai IC50, serta diuji aktivitas antibakterinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa propolis memiliki kandungan fenolik dan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak tongkol jagung, yang sejalan dengan aktivitas antioksidannya yang lebih kuat. Meskipun demikian, kombinasi kedua bahan menunjukkan adanya potensi interaksi yang dapat meningkatkan aktivitas biologis tertentu. Berdasarkan hasil optimasi menggunakan simplex lattice design, diperoleh formulasi optimum yang terdiri atas 14,47% ekstrak tongkol jagung dan 85,53% propolis. Formulasi ini menunjukkan aktivitas penghambatan tirosinase yang efektif dengan nilai IC50 sebesar 36,62 ± 0,32 µg/mL, serta aktivitas penghambatan elastase dengan nilai IC50 sebesar 58,13 ± 0,17 µg/mL. Selain itu, formulasi optimum juga menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, yang mengindikasikan potensi tambahan dalam aplikasi sebagai bahan aktif perawatan kulit.
Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak tongkol jagung dan propolis berpotensi sebagai agen antipenuaan kulit melalui aktivitas antioksidan, penghambatan enzim terkait penuaan, serta aktivitas antibakteri. Pendekatan simplex lattice design efektif dalam menentukan komposisi optimum untuk menghasilkan aktivitas biologis yang maksimal.

