Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.advisorKrisnamurthi, Y. Bayu
dc.contributor.authorMaharani, Mutiara Ria Despita
dc.date.accessioned2026-05-15T05:56:46Z
dc.date.available2026-05-15T05:56:46Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173080
dc.description.abstractSarden olahan merupakan produk ikan kaleng yang diminati di pasar internasional setelah tuna olahan. Ekspor sarden olahan menunjukkan pertumbuhan positif selama periode 2019-2023 yang sebagian besar ditujukan ke kawasan Afrika. Kandungan gizi yang tinggi dengan harga terjangkau membuat sarden olahan diminati konsumen Afrika terutama masyarakat miskin. Maroko sebagai pesaing utama mengalami penurunan pangsa pasar, tetapi kehadiran China semakin dominan sehingga menciptakan persaingan baru. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk mempertahankan dan meningkatkan posisinya di pasar Afrika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan dinamikanya, struktur permintaan dan persaingan serta faktor-faktor yang Memengaruhi ekspor sarden olahan Indonesia di kawasan Afrika. Metode analisis yang digunakan meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), Almost Ideal Demand System (AIDS) dan Regresi Data Panel. Penelitian ini menggunakan data time series selama periode 2011-2023. Analisis RCA dan EPD fokus terhadap daya saing sarden olahan Indonesia di 18 negara Afrika. Pada model AIDS menggunakan negara pesaing Indonesia seperti Maroko, China, Thailand dan Afrika Selatan. Sementara, regresi data panel menggunakan variabel dependen nilai ekspor sarden olahan Indonesia di 18 negara Afrika dengan variabel independen meliputi harga ekspor, GDP dan populasi negara importir, nilai tukar, jarak ekonomi serta dummy SPS dan TBT. Analisis RCA menunjukkan sarden olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif di 18 negara importir. Analisis EPD menunjukkan posisi daya saing yang bervariasi selama tiga periode. Hasil analisis EPD menunjukkan Togo, Gambia, Senegal, Benin, Tanzania, Republik Kongo, Equatorial Guinea, Sierra Leone, Mesir dan Angola tergolong mitra dagang potensial karena menunjukkan peningkatan daya saing. Negara importir seperti Kamerun dan Pantai Gading tergolong mitra dagang berkembang karena mengalami pemulihan ekspor pada periode terakhir. Sementara Nigeria, Mauritius, Liberia, Ghana, Kenya, dan Gabon mengalami penurunan daya saing sehingga diperlukan evaluasi terhadap hambatan ekspor di negara tersebut. Hasil model AIDS menunjukkan pangsa pasar sarden olahan Indonesia berpengaruh signifikan terhadap harga sarden olahan Maroko, Thailand dan Indonesia serta total impor sarden olahan di 18 negara Afrika. Berdasarkan elastisitas pendapatan, sarden olahan Indonesia tergolong barang normal. Jika pendapatan konsumen di 18 negara Afrika naik, maka akan meningkatkan permintaan sarden olahan Indonesia. Permintaan sarden olahan Indonesia bersifat elastis yang artinya sensitif terhadap perubahan harga. Hubungan sarden olahan Indonesia dengan sarden olahan Maroko bersifat substitusi atau saling bersaing. Sebaliknya, hubungan dengan sarden olahan China, Thailand dan Afrika Selatan bersifat komplementer atau saling melengkapi. Hasil regresi data panel menunjukkan harga ekspor, GDP negara importir dan dummy SPS berpengaruh signifikan positif terhadap ekspor sarden olahan Indonesia di 18 negara Afrika. Jika harga ekspor sarden olahan Indonesia naik, maka produsen cenderung meningkatkan penawaran sehingga ekspor meningkat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan ekonomi atau daya beli suatu negara, maka akan meningkatkan permintaan sarden olahan yang berdampak pada meningkatnya ekspor. Hasil analisis juga menunjukkan ekspor sarden olahan Indonesia ke negara importir yang menerapkan SPS cenderung lebih tinggi dibandingkan ke negara yang tidak menerapkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar Afrika dapat dilakukan melalui efisiensi produksi, strategi harga yang kompetitif, peningkatan sertifikasi dan kualitas, diversifikasi produk, serta penguatan promosi dan kerja sama bilateral dengan mitra dagang.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcExportid
dc.titleDaya Saing dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Sarden Olahan Indonesia di Kawasan Afrikaid
dc.title.alternativeCompetitiveness and Factors Influencing Exports of Indonesian Processed Sardines in the African Region
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddaya saingid
dc.subject.keywordeksporid
dc.subject.keywordpasar afrikaid
dc.subject.keywordperdagangan internasionalid
dc.subject.keywordsarden olahanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record