IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Sarden Olahan Indonesia di Kawasan Afrika

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (493.0Kb)
      Fulltext (1.038Mb)
      Date
      2026
      Author
      Maharani, Mutiara Ria Despita
      Rachmina, Dwi
      Krisnamurthi, Y. Bayu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sarden olahan merupakan produk ikan kaleng yang diminati di pasar internasional setelah tuna olahan. Ekspor sarden olahan menunjukkan pertumbuhan positif selama periode 2019-2023 yang sebagian besar ditujukan ke kawasan Afrika. Kandungan gizi yang tinggi dengan harga terjangkau membuat sarden olahan diminati konsumen Afrika terutama masyarakat miskin. Maroko sebagai pesaing utama mengalami penurunan pangsa pasar, tetapi kehadiran China semakin dominan sehingga menciptakan persaingan baru. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk mempertahankan dan meningkatkan posisinya di pasar Afrika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan dinamikanya, struktur permintaan dan persaingan serta faktor-faktor yang Memengaruhi ekspor sarden olahan Indonesia di kawasan Afrika. Metode analisis yang digunakan meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), Almost Ideal Demand System (AIDS) dan Regresi Data Panel. Penelitian ini menggunakan data time series selama periode 2011-2023. Analisis RCA dan EPD fokus terhadap daya saing sarden olahan Indonesia di 18 negara Afrika. Pada model AIDS menggunakan negara pesaing Indonesia seperti Maroko, China, Thailand dan Afrika Selatan. Sementara, regresi data panel menggunakan variabel dependen nilai ekspor sarden olahan Indonesia di 18 negara Afrika dengan variabel independen meliputi harga ekspor, GDP dan populasi negara importir, nilai tukar, jarak ekonomi serta dummy SPS dan TBT. Analisis RCA menunjukkan sarden olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif di 18 negara importir. Analisis EPD menunjukkan posisi daya saing yang bervariasi selama tiga periode. Hasil analisis EPD menunjukkan Togo, Gambia, Senegal, Benin, Tanzania, Republik Kongo, Equatorial Guinea, Sierra Leone, Mesir dan Angola tergolong mitra dagang potensial karena menunjukkan peningkatan daya saing. Negara importir seperti Kamerun dan Pantai Gading tergolong mitra dagang berkembang karena mengalami pemulihan ekspor pada periode terakhir. Sementara Nigeria, Mauritius, Liberia, Ghana, Kenya, dan Gabon mengalami penurunan daya saing sehingga diperlukan evaluasi terhadap hambatan ekspor di negara tersebut. Hasil model AIDS menunjukkan pangsa pasar sarden olahan Indonesia berpengaruh signifikan terhadap harga sarden olahan Maroko, Thailand dan Indonesia serta total impor sarden olahan di 18 negara Afrika. Berdasarkan elastisitas pendapatan, sarden olahan Indonesia tergolong barang normal. Jika pendapatan konsumen di 18 negara Afrika naik, maka akan meningkatkan permintaan sarden olahan Indonesia. Permintaan sarden olahan Indonesia bersifat elastis yang artinya sensitif terhadap perubahan harga. Hubungan sarden olahan Indonesia dengan sarden olahan Maroko bersifat substitusi atau saling bersaing. Sebaliknya, hubungan dengan sarden olahan China, Thailand dan Afrika Selatan bersifat komplementer atau saling melengkapi. Hasil regresi data panel menunjukkan harga ekspor, GDP negara importir dan dummy SPS berpengaruh signifikan positif terhadap ekspor sarden olahan Indonesia di 18 negara Afrika. Jika harga ekspor sarden olahan Indonesia naik, maka produsen cenderung meningkatkan penawaran sehingga ekspor meningkat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan ekonomi atau daya beli suatu negara, maka akan meningkatkan permintaan sarden olahan yang berdampak pada meningkatnya ekspor. Hasil analisis juga menunjukkan ekspor sarden olahan Indonesia ke negara importir yang menerapkan SPS cenderung lebih tinggi dibandingkan ke negara yang tidak menerapkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar Afrika dapat dilakukan melalui efisiensi produksi, strategi harga yang kompetitif, peningkatan sertifikasi dan kualitas, diversifikasi produk, serta penguatan promosi dan kerja sama bilateral dengan mitra dagang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173080
      Collections
      • MT - Economic and Management [3232]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository