Optimasi Biochar Tongkol Jagung (Zea mays) dan Akar Wangi (Vetiver zizanioides) sebagai Absorben dalam Remediasi Perairan Tercemar Logam Berat Timbal (Pb) di Desa Cinangka, Bogor
Date
2026Author
Mulia, Vergia Wenda
Riani, Etty
Kamal, Mohammad Mukhlis
Metadata
Show full item recordAbstract
Aktivitas industri, pasca peleburan aki bekas studi kasus di Sungai Cinangka Bogor, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan perairan. Proses ini menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat termasuk timbal (Pb) yang bersifat toksik berbahaya bagi manusia, organisme akuatik, maupun terhadap ekosistem perairan dapat memicu bioakumulasi dan biomagnifikasi, yang mengancam keberlanjutan ekosistem akuatik, serta kesehatan masyarakat. Teknologi yang dapat diaplikasikan yaitu metode bioremediasi yang memanfaatkan bahan alami seperti biochar tongkol jagung (Zea mays) dan akar wangi (Vetiver zizanioides). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan masing-masing agen remediasi serta perlakuan yang paling optimal dalam mengabsorpsi logam berat timbal (Pb). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2025 di laboratorium Fisiologi Hewan Air, FPIK, IPB University. Penelitian dilakukan di hari ke-0 dan ke-28 terdiri dari empat perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu tanpa agen remediasi atau kontrol (A0), tunggal (A), (B), dan kombinasi (AB). Hasil penelitian menunjukkan penurunan konsentrasi logam Pb di sedimen dan air selama pengamatan. Konsentrasi awal di sedimen dan air (246,97 dan 0,007 ppm) di akhir secara berturut-turut (A0, A, B, AB) di sedimen (243,820; 119,015; 100,015; 98,357 ppm) dengan RE(%) yaitu (1,28; 51,81; 59,50; 60,17) dan air (1,276; 0,072; 0,120; 0,021 ppm) dengan RE(%) yaitu (0,00; 94,36; 90,62; 98,33). Akumulasi logam di biochar awal (38,42 ppm) dan akhir (345,545 (A) dan 372,800 (AB) ppm) dengan kapasitas adsorpsi mendapati nilai kategori sedang (AB) - tinggi (A). Akumulasi total logam di akar wangi awal (151,594 ppm) dan akhir (882,293 (B) dan 917,569 (AB) ppm) dengan akumulasi tertinggi di akar. Nilai BCF berkisar 5,627-5,743 (sedang) dan TF (batang/akar) berkisar 0,452-0,505 dan (daun/akar) berkisar 0,236-0,267 (fitostabilisasi). Konsentrasi Pb rata-rata secara berturut-turut (0,71; 18,60; 19,71; 19,77 ppm) dengan nilai tertinggi pada perlakuan (AB). Kualitas air di awal dan akhir selama pengamatan pada suhu berkisar antara 25,93 – 27,39 °C, kekeruhan berkisar antara 6,68 – 9,93 NTU, pH berkisar antara 6,73-7,21, dan DO berkisar antara 4,51 – 6,74 mg/L. Penggunaan kedua agen remediasi tersebut selama empat minggu dapat dijadikan sebagai adsorben dan fitoremediator, logam berat pb melalui mekanisme yang berbeda-beda di lingkungan perairan tercemar.
Collections
- MT - Fisheries [3252]

