Show simple item record

dc.contributor.advisorKamal, Mohammad Mukhlis
dc.contributor.advisorBoer, Mennofatria
dc.contributor.authorSupriyadi
dc.date.accessioned2026-04-13T08:37:48Z
dc.date.available2026-04-13T08:37:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172928
dc.description.abstractIkan tembang putih (Escualosa thoracata) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil yang berperan penting dalam mendukung perikanan pesisir di perairan utara Pulau Jawa. Namun, informasinya masih sangat sedikit. Mengingat nilai ekologis dan ekonominya yang tinggi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stok perikanan tembang putih (E. thoracata) menggunakan Spawning Potential Ratio (SPR), menganalisis sosial dan kelembagaan perikanan tembang putih, dan merumuskan strategi pengelolaan perikanan ikan tembang putih (E. thoracata) di Kabupaten Cirebon. Strategi tersebut disusun dengan mengintegrasikan tiga indikator spesifik, yaitu kondisi terkini perikanan yang mencakup parameter biologis, karakteristik daerah penangkapan, dan aspek sosial dan kelembagaan perikanan. Pengumpulan data dilakukan pada periode Desember 2024 hingga Agustus 2025 di beberapa lokasi, mulai dari Estuari Bungko Lor hingga Estuari Cisanggarung. Data diperoleh dari lokasi penangkapan ikan, desa-desa nelayan di sekitarnya, serta lembaga pengelola terkait, yang melibatkan masyarakat nelayan dan para pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode analisis yang berbeda untuk setiap indikator. Status biologis dianalisis menggunakan pendekatan Spawning Potential Ratio (SPR). Aspek sosial dan kelembagaan dinilai menggunakan analisis skala Likert, dan analisis strategi dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPR sebesar 19%, berada di bawah ambang batas minimum yang direkomendasikan sebesar 20% untuk menjaga keberlanjutan rekrutmen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa stok ikan tembang putih di perairan Cirebon berada dalam tekanan dan berpotensi mengalami penurunan kapasitas reproduksi. Hasil analisis spasial dan temporal menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan yang lebih berkelanjutan dibanding yang lain ditemukan di sekitar estuari Bungko Lor dan Cisanggarung pada bulan Mei dan Agustus, khususnya pada kedalaman 6–7 meter. Dari aspek sosial, nelayan ikan tembang putih memperoleh skor 62,4 (kategori tinggi), sedangkan kinerja kelembagaan pengelolaan perikanan memperoleh skor 57,9 (kategori sedang), menunjukkan masih adanya celah dalam tata kelola. Rekomendasi strategi pengelolaan, antara lain dengan penerapan zonasi pemanfaatan dan konservasi di kawasan estuari untuk melindungi habitat penting, penguatan kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi nelayan guna mendorong praktik penangkapan yang berkelanjutan, serta peningkatan sistem pencatatan dan pengelolaan data perikanan skala kecil guna mendukung proses pemantauan dan pengambilan keputusan. Implementasi strategi ini diharapkan mampu menyeimbangkan aspek keberlanjutan ekologi, kelayakan ekonomi, dan dimensi sosial, sehingga mendukung terciptanya pengelolaan perikanan tembang putih yang berkelanjutan di Kabupaten Cirebon.
dc.description.sponsorshipPusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengelolaan Perikanan Tembang Putih (Escualosa thoracata) di Perairan Pesisir Kabupaten Cirebon.id
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordEscualosa thoracataid
dc.subject.keywordKabupaten Cirebonid
dc.subject.keywordpengelolaan perikananid
dc.subject.keywordlength-based spawning potential ratioid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record