Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Kelompok Ternak Sapi Perah untuk Peningkatan Pendapatan (Studi Kasus: Kelompok Ternak Margo Mulyo, Desa Mundu, Klaten, Jawa Tengah)
Abstract
Desa Mundu merupakan sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Klaten. Dalam perkembangannya, kelompok ternak Margo Mulyo 2 mengalami kerentanan akibat ketiadaan aturan formal dan wabah penyakit sehingga mengalami penurunan jumlah ternak dan pendapatan. Kondisi ini mendorong terbentuknya Kelompok Milenial yang diharapkan mampu menjalankan fungsi kelembagaan lebih efektif dalam peningkatan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi peran kelembagaan Kelompok Ternak Margo Mulyo dalam proses pembentukan Kelompok Ternak Milenial; (2) menganalisis pendapatan usaha ternak sapi perah pada Kelompok Ternak Margo Mulyo; dan (3) menganalisis status keberlanjutan (sustainability) Kelompok Ternak Margo Mulyo. Metode penelitian yang digunakan meliputi metode deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis Multidimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Ternak Milenial terbentuk melalui proses regenerasi kelembagaan sebagai respon terhadap kebutuhan inovasi dan keterlibatan generasi muda. Produksi susu sapi di Desa Mundu masih menguntungkan karena nilai R/C ratio lebih dari satu. Dimensi ekologi memperoleh nilai tertinggi sebesar 79,13 dengan status berkelanjutan, sementara dimensi lainnya tergolong cukup berkelanjutan. Mundu Village is a dairy farming center in Klaten Regency. The Margo Mulyo 2 group faced vulnerability due to informal management and disease outbreaks, leading to the formation of the Millennium Group for more effective institutional functions and income improvement. This study aims to: (1) identify the institutional role in forming the Millennium Group, (2) analyze dairy farming income, and (3) assess the sustainability status. Methods include descriptive analysis, income analysis, and Multidimensional Scaling (MDS). Results show that the Millennium Group emerged through institutional regeneration driven by the need for innovation and youth involvement. Dairy production remains profitable with an R/C ratio greater than one. Sustainability analysis reveals the ecological dimension as the highest (79.13, sustainable), while other dimensions are moderately sustainable. The institutional role is vital in transforming individual businesses into collective ones, ensuring long-term sustainability through crossgenerational collaboration and structured resource management.

